Vonis Bebas Oknum Kepsek Dugaan Pencabulan di Bau-bau Diadukan ke KY – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
UHO Cup Iklan Iklan 10 Iklan 23
Hukum & Kriminal

Vonis Bebas Oknum Kepsek Dugaan Pencabulan di Bau-bau Diadukan ke KY

Arist Merdeka Sirait saat mendatangi keluarga korban

KENDARIPOS.CO.ID — Vonis bebas yang dijatuhkan hakim Pengadilan Negeri (PN) Buton kepada oknum kepala SMAN 1 Wolowa, Hamili yang diduga mencabuli anak didiknya mendapat perhatian serius dari Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak (Komnas PA) Indonesia .

Bahkan Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait terbang dari Jakarta dan hadir di Buton untuk menggali data dan informasi termasuk kronologi kejadian dugaan pencabulan tersebut. Aris Merdeka Sirait juga mempertanyakan sikap majelis hakim yang memvonis bebas terdakwa, Hamili.

Arist Merdeka Sirait mengatakan putusan hakim itu tidak sesuai dengan UU Perlindungan Anak dan UU Sistem Peradilan anak. Kedua UU itu sangat jelas mengatur bahwa setiap pelaku pencabulan dikenakan pidana penjara minimal lima tahun. Terlebih lagi, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Buton telah menuntut terdakwa tujuh tahun penjara. “Atas dasar itu, maka hakim tidak memiliki alasan untuk menvonis bebas terdakwa. Karena itu bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang ada,” ujar Arist Merdeka Sirait saat ditemui di Buton, Jumat (14/7).

Kata dia, perbuatan pelaku sangat tidak etis. Sangat bertolak belakang dengan profesinya sebagai pendidik. Sikap terdakwa Hamili itu telah melenceng dari hakikat seorang pengajar yang mestinya menjadi contoh atau teladan yang baik dalam mencerdaskan anak bangsa. Untuk itu, KPAI sangat tidak menoleransi perbuatan amoral tersebut dan akan membuat rekomendasi sebagai bentuk sikap tegas Komnas PA.

“Atas tindakan pelaku, kita perlu memberikan rekomendasi kepada Dikbud Sultra agar segera mencopot oknum kepala sekolah tersebut supaya tidak lagi menjadi seorang pendidik. Kita juga akan merekomendasi ke pihak Komisi Yudisial (KY) untuk meninjau keputusan hakim atas vonis bebas terdakwa. Segera kita ajukan,” terangnya.

Arist Merdeka Sirait meluangkan waktu berkunjung di kediaman korban di Kecamatan Wolowa. Dia berdialog dengan korban dan orang tua korban. Kepada Arist Merdeka Sirait, korban pencabulan menceritakan kejadian yang menimpanya sembari menangis. Ia terpukul atas kejadian yang dialaminya. Terlebih lagi, keterangannya bahwa dirinya dicium dan digerayangi oknum kepsek tidak dimasukkan dalam sidang.

Dihubungi terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Buton, La Bakry mengungkapkan, pihaknya sangat mengapresiasi langkah tegas Komnas Perlindungan Anak Indonesia. Apalagi bersedia hadir langsung di Buton. Menurutnya, itu adalah bentuk ketegasan dan kepedulian terhadap tindakan kekerasan terhadap anak. “Saya sangat salut dan mendukung penuh langkah Ketua Komnas Perlindungan Anak RI, Arist Merdeka Sirait. Semoga apa yang didapatkan dari kunjungan ini, segera ditindaklanjuti di pusat sesuai prosedur hukum yang ada,” ujar La Bakry.(ahi/b)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top