Strict Standards: Redefining already defined constructor for class Popular_Posts_Tabbed_Widget_Jetpack in /home/kendaripos/public_html/wp-content/plugins/popular-posts-tab-widget-for-jetpack/popular-posts-tab-widget-for-jetpack.php on line 61
Kajati Baru Diminta Bereskan DAK Muna – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
HEADLINE NEWS

Kajati Baru Diminta Bereskan DAK Muna

Suasana sertijab di Kejagung. Foto : Ramadan/Kendari Pos.

KENDARIPOS.CO.ID — Ada yang mengganjal di hati Sugeng Djoko Susilo usai menerima tugas barunya sebagai Inspektur IV pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) di Kejagung RI. Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sultra itu pergi dengan meninggalkan sebuah perkara jumbo, yakni dugaan mega korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Muna. Kasus itu sedang diusut, bahkan sudah disimpulkan ada penyimpangan, saat ia “ditarik” masuk Jakarta.

Itulah kenapa ia memberi penekanan khusus terhadap penggantinya, jaksa Azhari, yang Jumat (14/7) dilantik oleh Kajagung, HM Prasetyo sebagai Kajati Sultra yang baru. Ia meminta agar suksesornya tersebut memprioritaskan penanganan kasus DAK Muna yang belum kelar diungkap semasa ia bertugas. “Kasus itu mesti dibereskan olehpejabat baru,” pinta Sugeng Djoko Susilo, usai proses seremoni pelantikan dan serah terima jabatan di Kejagung.

Sugeng mengatakan kasus DAK Muna harus beres, mengingat proses penanangannya sudah sementara berjalan, bahkan indikasi adanya penyelewengan anggaran sudah terkuak. “Diteruskan lagi kasus itu (DAK Muna), meski pejabatnya baru. Tapi tugas dan tanggungjawabnya kan tetap sama,” kata jaksa yang pernah bertugas di Sultra sebagai Kajati sejak Desember 2015 hingga Juli 2017, dengan catatan prestasi mentereng.

Ia berharap agar Azhari menjalankan tugas lebih baik dari dirinya. termasuk meningkatkan kinerja, bisa memberi harapan lebih besar
untuk masyarakat Sultra. Pejabat yang baru diharapkan dapat mengambil andil yang besar dalam membangun daerah. Selama bertugas di Sultra, Sugeng mengaku tidak menemukan tantangan yang berarti. Daerah dan masyarakat Sultra, menurutnya sangat baik.

Sementara itu, Kajati Sultra, Azhari mengaku berencana akan mulai bertugas di Sultra pada Senin (16/7) mendatang. Mantan Wakajati Jambi itu belum berani memberikan tanggapan apapun soal kasus DAK Muna yang dipesankan padanya. Sebab menurutnya harus lebih dulu mempelajari perkara tersebut sebelum menentukan tindakan yang akan diambi. “Sekarang ini, kan saya baru dilantik. Saya akan pelajari dulu kasus itu (DAK Muna, red),” ujarnya.

Di kesempatan itu, Jaksa Agung HM Prasetyo berharap agar pejabat yang baru dilantik  diberikan kesehatan sehingga dapat
menjalankan tugas sesuai yang diamanahkan. Pejabat kejaksaan juga harus memperhatikan prestasi, dedikasi dan loyalitas. Harus amanah dalam melaksanakan tugas.

“Kita harus selalu berusaha karena sebagai seorang pribadi yang wajib menjunjung tinggi supermasi hukum. Karena masih ada
sebagian masyarakat yang menilai penegakan hukum belum berjalan maskimal. Karena rendahnya kualitas penegak hukum itu
sendiri,” terangnya.

Kata dia, lembaganya kerap mendapat sorotan kritis terkait jaksa yang baru-baru ini tersangkut operasi tangkap tangan (OTT) karena menyalahgunakan wewenang dan tidak menjalankan tugas secara profesional. “Perisitiwa itu membuat kita harus mawas diri dan menghindari perbuatan tercela yang bisa merusak nama baik kita,” pintanya.

Politisi Nasdem itu berpesan kepada pejabat yang baru dilantik untuk mampu memposisikan diri sebagai pejabat kejaksaan yang bisa
melaksanakan tugasnya dengan baik. Sehingga membawa kejaksaan menjadi penegak hukum yang bermartabat dan dipercaya. (dan)

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.





Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top