Survey Tinggi, Rusda Yakin Diusung Parpol – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Politik

Survey Tinggi, Rusda Yakin Diusung Parpol

Pasangan Rusda Mahmud – Safei Kahar

KENDARIPOS.CO.ID — Hampir seluruh wilayah di Sulawesi Tenggara (Sultra) kini terpampang gambar sosok Rusda Mahmud bersama Sjafei Kahar, dengan beragam ukuran. Tak hanya di perkotaan, di pelosok desa pun potret mereka pasti ditemukan. Keduanya mengajukan diri sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur Sultra periode 2018-2023. Nama Rusda kini jadi perbincangan serius, bahkan mulai membuat calon rival was-was.

Berkat sosialisasi yang massif, nama Rusda Mahmud diklaim sebagai kandidat dengan potensi menang paling besar diantara calon lainnya yang namanya sudah mulai mencuat. Sebuah lembaga survey besar di Indonesia, diklaim menempatkan mantan Bupati Kolaka Utara itu di posisi puncak. “Nilainya mencapai 16,7 persen, dan paling tinggi diantara yang lain,” klaim Sukriyaman, salah satu Leasing Officer (LO) tim Rusda Mahmud, Kamis (13/7).

Angka itu berselisih 4 persen lebih dari kandidat lain yang satu tingkat dibawahnya. Lelaki yang akrab disapa Uki ini bahkan menyebut nama-nama kandidat yang jadi pesaing Rusda, termasuk presentasi elektabilitas mereka. Survey ini dilakukan April lalu, dengan 1240 sampel di seluruh kabupaten/kota di Bumi Anoa. “Masih ada 36 persen rakyat Sultra yang belum menentukan pilihan, versi survey lembaga itu,” katanya, sembari menyebut nama Lembaga Survey Indonesia (LSI) yang jadi rujukannya.

Tahu potensi menangnya besar, Rusda pun percaya bakal banyak partai politik akan bersedia mengusungnya di Pilkada Gubernur nanti. Apalagi, namanya pun masuk sebagai salah satu kandidat yang mendaftar di hampir semua partai politik yang membuka penjaringan. Mulai dari Partai Demokrat (6 kursi), NasDem (3 kursi), PDIP (5 kursi), PPP (2 kursi), Gerindra (5 kursi), Hanura (3 kursi).

“Jadi, kita optimis karena hasil surveinya (Rusda) paling teratas dari figur lainnya,” ungkapnya. Uki menambahkan, tingginya elektabilitas yang dimiliki Rusda Mahmud itu bahkan diraih sebelum turun langsung menggelar sosialisasi, dan baru diperoleh berkat penyebaran atribut. Tim Rusda meyakini, angka itu bakal makin tinggi karena saat ini Rusda mulai intens bersosialisasi dan langsung menemui masyarakat.

Kata dia, hal itu pun dilakukan untuk menarik perhatian parpol hingga nantinya melirik mantan Bupati Kolut serta Sjafei Kahar, mantan Bupati Buton untuk diusung. “Kita fokus ke elektabilitas kandidat, biar partai (mengusung) ke kita, dan dengan elektabilitas itu, kami yakin partai yang tengah dibidik saat ini pasti memilih kami karena potensi menangnya besar,” jelasnya.

Kata dia, tagline “Sultra Cepat pada Orang yang Tepat”, yang diusung Rusda Mahmud-Sjafei Kahar, memiliki makna mendalam. Itu adalah seruan moral kepada masyarakat Sultra agar menjadi motor penggerak terwujudnya perekonomian, pembangunan serta kesejahteraan Sultra 2018-2023 mendatang. Dan pada dasarnya di tagline yakni “Kita Kuat Karena Kita Bersatu” dan Sultra Cepat pada Orang yang Tepat saling keterkaitan.

Di mana, persatuan adalah dasar kekuatan mewujudkan Sultra Cepat, sedangkan kalimat Orang yang Tepat, adalah terfokus pada sosok Rusda Mahmud yang memiliki track record yang sangat baik selama menjabat sebagai bupati Kolaka Utara dua periode. “Olehnya, pantaslah Sultra akan lebih maju nantinya,” ungkapnya.

Pengamat Politik Sulawesi Tenggara, Muhammad Najib Husain tak menafikan besarnya peluang Rusda Mahmud-Sjafei Kahar dalam Pilgub 2018 mendatang. Pasalnya, diantara figur yang ingin maju hanya kedua figur tersebut yang telah pertama mendeklarasikan diri berpasangan. Sehingga, ada dua keunggulan yang dimiliki yakni wilayah preferensi (kecenderungan/prioritas) pemilih dan wilayah deferens (rasa hormat).

Maksudnya, calon pemilih sejak dini sudah mengetahui dengan informasi yang diikuti baik dari berbagai media, atau dari sumber lain. Sehingga, figur tersebut (Rusda Mahmud-Sjafei) menjadi prioritas mereka. Kemudian, wilayah deferensnya bagaimana ketika menjabat di Kolut dan Buton selama dua periode, tentu menjadi kebangggan ketika berhasil membangun daerahnya serta menjadi basis massanya.

“Jadi, memiliki awal keunggulan dengan telah mendeklarasikan diri lebih dulu. Sehingga tingkat preferensi pemilih lebih cenderung ke pasangan Rusda Mahmud-Sjefei Kahar, demikian juga menjadi referens di daerahnya (Kolut dan Buton),” jelas Doktor jebolan Universitas Gadjah Mada (UGM) ini saat ditemui di ruang kerjanya di FISIP UHO, (12/7).

1 of 2

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.





Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top