Hakim di Baubau Vonis Bebas Kepsek Terdakwa Pencabulan, Keluarga : Dimana Letak Keadilan ? – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
UHO Cup Iklan Iklan 10 Iklan 23
Hukum & Kriminal

Hakim di Baubau Vonis Bebas Kepsek Terdakwa Pencabulan, Keluarga : Dimana Letak Keadilan ?

Ilustrasi

KENDARIPOS.CO.ID — Keputusan hakim di Pengadilan Negeri Buton yang menjatuhkan vonis bebas terhadap terdakwa dugaan pencabulan anak dibawah umur berbuntut panjang. Terdakwa dinilai tidak terbukti pembuktian melakukan perbuatan cabul. Pihak keluarga korban tak terima putusan itu dan berencana mengadukan perkara itu ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Tak hanya itu, Kejari Buton akan mengajukan kasasi atas putusan hakim yang dijatuhkan kepada Hamili, S.Pd, terdakwa dugaan pencabulan yang juga kepala SMAN 1 Wolowa, Buton.

Jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Buton menilai putusan tersebut tidak layak. Pasalnya, tuntutan delapan tahun masa hukuman yang diajukan terhadap tersangka malah mendapat vonis bebas dari majelis hakim. Olehnya itu, Kejari Buton mengambil upaya hukum selanjutnya dengan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung.

“Perkara kasus cabul itu sudah selesai sidang. Terdakwa (Hamili,red) divonis bebas oleh majelis hakim. Kami tidak terima itu. Karena bagi kami, perbuatan pelaku sudah cukup alat bukti. Namun, oleh majelis hakim, mungkin berpendapat lain. Makanya, kita memilih mengajukan kasasi di MA. Saat ini sedang dalam proses kasasi,” ujar Tabrani, SH, Kasi Intelijen Kejari Buton saat dihubungi, Kamis (13/7).

Sementara itu, paman korban, Arman mengatakan pihaknya tidak menerima vonis bebas terdakwa. Karena menurutnya, pada sidang sebelumnya, tersangka telah mengakui bahwa mencium korban. “Kami tidak terima putusan itu karena telah menciderai hati keluarga kami. Seharusnya terdakwa dihukum seberat-beratnya, karena telah melakukan perbuatan senonoh kepada anak kami. Hukum ini sangat tidak adil, dimana letak keadilan ?,” tegasnya.

Arman menambahkan keluarga korban akan mengadukan hal tersebut ke KPAI agar mendapat perhatian serius, karena korban masih di bawah umur yang telah mendapatkan perlakuan bejat dari terdakwa. “Kami juga akan ajukan ini di Komnas Perlindungan Anak karena anak kami ini adalah korban dan sekarang mengalami trauma,” pungkasnya. Untuk diketahui, terdakwa Hamili diduga mencabuli siswanya sendiri di ruang kelas saat jam mengajar berlangsung dengan dalih sebagai bentuk kasih sayang. (ahi)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top