Pendaftar Melebihi Kuota, H. Damsid : SMAN 4 Kendari Paling Diminati – Kendari Pos Online
Jalan Sehat

pariwara
Iklan Jalan Sehat Kenpos Iklan 10 Iklan 23
Metro Kendari

Pendaftar Melebihi Kuota, H. Damsid : SMAN 4 Kendari Paling Diminati

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra, Damsid.

KENDARIPOS.CO.ID — Penerapan penerimaan siswa baru melalui jalur online banyak dikeluhkan. Salah satu keluhannya yakni ada siswa yang dalam website sekolah dinyatakan lulus namun tertolak saat melakukan pendaftaran online.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra, H. Damsid tak menampik masalah itu. Hanya saja, ia membantah jika ada unsur rekayasa pengumuman dalam hal itu. Sebab, proses penerimaan baru memang SMA Negeri 4 Kendari memang yang paling banyak peminatnya. Dari 432 kursi yang disiapkan, lebih dari 1.000 pendaftar yang membidiknya. Sehingga kondisi itu dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk mengganggu proses penerimaan.

“Jelang pengumuman itu ada hacker yang memainkan website itu. Kami diskusikan kemudian diputuskan berdasarkan data base sekolah saja. Rumusnya 80 banding 20. Maksudnya 80 persen yang diterima itu sesuai dengan kategori akademiknya, 20 persen itu non akademik misalnya karena rumahnya dekat dari sekolah,” ujar Damsid, Selasa (11/7).

Untuk siswa yang dinyatakan tidak lulus disebar di beberapa sekolah lainnya sesuai dengan pilihan kedua calon siswa. Meski begitu, masih banyak kursi yang tersisa. Dikbud memerkirakan ada sekira 400 kuota yang masih kosong. “Karena ada siswa yang menolak diarahkan ke sekolah lain. Padahal kalau dihitung jumlah kuota yang ada sangat cukup meski ada peminat dari provinsi lain,” ungkap mantan Dekap Fisip UHO itu.

Dia juga memastikan tidak ada pungutan biaya dalam penerimaan calon siswa diseluruh sekolah. Semua penyelenggara sudah diwanti-wanti. Bukan hanya itu, sekolah juga tidak diperkenankan menambah ruang belajar diatas ketentuan pemerintah. Di dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 17 Tahun 2017 telah diatur jika setiap sekolah hanya bisa menerima maksimal 12 rombel (rombongan belajar atau ruang kelas), masing-masing kelas terdiri dari 36 siswa.

Sehingga saat ada permintaan masyarakat agar sekolah yang dianggap unggulan dapat menambah kelas seperti SMA 4 Kendari, pihak sekolah dan Dikbud Sultra tidak bisa mengabulkan. ” Kecuali SMA 1 Kendari dan SMA 8 Kendari kita tambah karena masih dibawah 12 kelas. Yang masyarakat minta adalah SMA 4 tapi sudah penuh,” jelasnya.

Bila dipaksakan masih kata Damsid maka ada dua risiko besar yang membayangi sekolah yakni tidak akan dapat dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan sertifikasi gurunya tidak akan dibayarkan. “Kita sebenarnya sudah banyak menawarkan solusi, malah demi menampung siswa baru itu kita negerikan satu sekolah yakni SMAN 11 Kendari, tapi banyak lagi yang tidak mau,” keluhnya.

Beberapa sekolah negeri yang tidak terisi penuh yakni SMAN 3 Kendari, SMAN 7 Kendari, dan SMAN 10 Kendari. Mirisnya lagi, hal itu rupanya tidak hanya terjadi di SMA, kuota SMK juga tidak terpenuhi. Dari 6 SMK di Kendari hanya dua yang terisi penuh yakni SMKN 1 dan SMKN 2 Kendari. “Lebih parah lagi ini SMK, ada jurusan yang sama sekali tidak ada pendaftarnya. Jurusan pertanian dan perikanan hanya dua peminatnya,” kata Damsid. (ely/b)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top