Serangan Siber Lumpuhkan Bursa Saham – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Ekonomi & Bisnis

Serangan Siber Lumpuhkan Bursa Saham

Ilustrasi Foto: Jawa Pos/dok.JPNN.com

KENDARIPOS.CO.ID — Sistem perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat lumpuh karena serangan siber, Senin (10/7). Akibatnya, indeks harga saham gabungan (IHSG) tersendat selama satu jam.

Para broker tidak bisa melayani transaksi akibat sistem perdagangan mandek sejak pembukaan perdagangan. Untungnya, setelah sistem teknologi informasi dicek ulang, perdagangan bisa dilanjutkan pada pukul 10:00.

Pada penghujung perdagangan, IHSG ditutup terkoreksi 43,28 poin alias 0,74 persen menjadi 5.771. Investor asing setidaknya melepas saham Rp 466,8 miliar. Irvin, salah seorang pialang mengaku kaget.

Pasalnya, dia tidak mendapat informasi lengkap dari kantor atau bursa. Irvin kelabakan karena tidak bisa melakukan order jual dan beli dari nasabahnya.

Maklum, serangan dadakan itu terjadi di awal-awal perdagangan kala transaksi sedang bejibun. ”Potensial lost ada. Namun, tidak sampai triliunan,” kata Irvin.

Manajemen BEI menggaransi lumpuhnya sistem perdagangan itu bukan akibat serangan virus. Keputusan penghentian perdagangan menyusul terjadi error pada sistem penunjang data feed. Itu terjadi karena ada datafeed dengan format berbeda.

”Akibatnya, publik tidak mendapat informasi. Sejatinya, kalau sistem perdagangan jalan, enggak ada problem,” tutur Direktur Utama BEI Tito Sulistio. Tito menambahkan, Jakarta Automated Trading System (JATS) tidak terjadi masalah.

Selain itu, sistem perdagangan bursa memakai perangkat lunak Linux, bukan Windows.

Nah, serangan virus Ransoomware Wanna Cry beberapa waktu lalu hanya menyerang Windows. ”Karenanya, cek and ricek dilakukan setiap hari,” ucap Tito. Selain itu, otoritas pasar bakal terus meningkatkan keamanan inti sistem perdagangan dengan penguatan IT.

Tahun ini, perusahaan menyiapkan dana USD 25 juta atau setara Rp 335 miliar untuk investasi. ”Per 30 Agustus nanti kami sudah pindah ke sistem baru,” ucap Tito. (far)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top