Hermansyah Punya Peran Penting, Bachtiar Nasir : Saya Minta Polisi Segera Mengusut – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Hukum & Kriminal

Hermansyah Punya Peran Penting, Bachtiar Nasir : Saya Minta Polisi Segera Mengusut

KENDARIPOS.CO.ID — Hermansyah merupakan pakar telematika lulusan ITB angkatan 1989. Sejauh ini, dia kerap mengkritisi berjalannya kasus dugaan chat mesum via aplikasi WhatsApp (WA) yang melibatkan Habib Rizieq Shihab dan Firza Husein. Dalam kasus ini, Rizieq dan Firza ditetapkan sebagai tersangka.

Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI Ustad Bachtiar Nasir mendesak polisi segera menangkap pelaku penyerangan terhadap ahli IT ITB Hermansyah di Tol Jagorawi KM 16, Jakata Timur. Sebab, isu dari kasus itu sudah membias ke ranah lain yang bermuatan politis. Apalagi, korban penyerangan itu merupakan saksi ahli dari chat pornografi palsu yang melibatkan Habib Rizieq-Firza Husein.

“Saya minta polisi segera mengusut dan menangkap para pelakunya karena ini perbuatan yang keji. Kasus ini sudah membahayakan keselamatan nyawa rekan kami. Kalau masalah motif kami tidak tahu betul,” tegasnya kepada INDOPOS (Jawa Pos Group) saat menjeguk Hermansyah di RS Hermina Depok, kemarin (9/7).

Menurutnya, penyerangan terhadap Hermansyah itu merupakan kejadian yang sangat sensitif. Sebab, seminggu setelah rekan diskusinya itu menyatakan chat tersebut palsu ke publik serangan tersebut terjadi. Kasus ini, kata dia, harus menjadi atensi dari institusi kepolisian.

“Saya tidak berani spekulasi terkait insiden tersebut. Karena kejadian ini merupakan hal sensitif, jadi saya serahkan sepenuhnya kepada polisi untuk mengungkapkan kasus ini,” ujar Ustad Bachtiar.

Dia mengaku sering berkomunikasi dengan Hermansyah melalui ponsel. Komunikasi itu terkait permasalahan yang tengah menimpa Hermansyah karena menjadi saksi ahli dari chat mesum tersebut. Jauh sebelum menjadi pembicara di televisi nasional, alumnus ITB tersebut sempat meminta pendapatnya mengenai penguakan keaslian chat syur yang melibatkan Ketua Front Pembela Islam (FPI) dan Ketua Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana (SSC) tersebut.

“Waktu itu saya hanya ingatkan Hermansyah agar berdiskusi dengan lawyer. Agar nantinya tidak ada pendapat yang justru malah membahayakan. Komunikasi sering, terakhir sebelum lebaran terkait saksi ahli saja. Tidak ada hal lain,” imbuhnya.

Anggota tim kuasa hukum GNPF MUI, Kapitra Ampera mengatakan, Hermansyah merupakan saksi ahli dalam kasus dugaan chat mesum Habib Rizieq Shihab dan Firza Husein. ”Beliau (Hermansyah, Red) adalah saksi ahli GNPF-MUI, kami protes keras atas kejadian ini,” tandasnya.

Menurutnya, hingga Minggu (8/7) siang pasca operasi kondisi Hermansyah masih dalam keadaan kritis dan masih menjalani perawatan di rumah sakit itu. Peristiwa pembacokan terhadap Hermansyah jelas-jelas mencederai makna kemanusiaan dan demokrasi di Indonesia. Pembacokan tersebut, justru bisa akan membahayakan ketenangan dan kedamaian yang sudah terbangun pasca Idul Fitri ini.

”Banyak kekerasan di republik ini yang tidak ada ujung pangkalnya, kali ini harus diselesaikan. Sebab hal ini malah akan membangkitkan amarah masyarakat. Polisi harus mengusut tuntas,” tegasnya.

1 of 2

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.





Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top