Jembatan Putus di Lalembu Butuh Banyak Dana, Dinas PU Konsel Buat Jembatan Darurat – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
UHO Cup Iklan Iklan 10 Iklan 23
Konawe Selatan

Jembatan Putus di Lalembu Butuh Banyak Dana, Dinas PU Konsel Buat Jembatan Darurat

KAMALUDDIN/KENDARI POS
Rombongan Pemkab Konsel, ketika meninjau jembatan putus di Kecamatan Lalembu dan merencanakan pembangunannya secara permanen tahun depan.

KENDARIPOS.CO.ID — Akses jembatan yang menghubungkan Desa Labandia di Kecamatan Lalembu dan Desa Tomekuku, Basala, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), terputus. Kondisi tersebut terjadi pasca sungai Labandia meluap hingga menyebabkan konstruksi jalur penghubung tersebut putus. Akibatnya, masyarakat yang bersawah di seberang sungai sulit menjangkau lokasi untuk memanen padi mereka.

“Ada sekitar 150 kepala keluarga warga Labandia yang merasakan dampak putusnya jembatan tersebut. Makanya kami sangat mengharapkan perhatian pemerintah karena ini satu-satunya akses yang juga menghubungkan ke Desa Tomekuku,” keluh Sudarmanto, Kepala Desa Labandia, akhir pekan lalu. Jika kondisi itu berlangsung lama, warga Konsel harus mencari kebutuhan hidup di wilayah Kolaka Timur, tepatnya di Desa Penanggo.

“Karena akibat akses yang terputus ini, warga saya kesusahaan mencari kebutuhan sehari-hari. Karena tidak ada yang diharapkan selain sawah mereka,” sambungnya. Bupati Konsel, H. Surunuddin Dangga bersama Wakilnya, H. Arsalim Arifin yang mengetahui hal itu langsung meninjau jembatan tersebut.

Surunuddin langsung memerintahkan pihak Dinas PU agar segera mengatasi jembatan putus tersebut. “Untuk penanggulangan sementara, kami akan membuatkan jembatan darurat atau sementara sambil menunggu anggaran pembangunan jembatan permanen setelah APBD Perubahan 2017. Kita upayakan tahun depan jembatan sepanjang 20 meter ini bisa permanen,” janjinya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Konsel, Ikhsan Porosi melalui Kepala Bidang Bina Marga, Mutakhir Hidayat juga mengaku, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Balai Jembatan Wilayah 1 untuk penanggulangan darurat.
“Kita sementara kordinasikan supaya dipinjamkan jembatan bailey (jembatan rangka baja ringan yang mudah dipindahkan) sambil menunggu perubahan anggaran,” ungkapnya. Dari taksiran yang ada, untuk membangun jembatan sepanjang 20 meter sebagai penghubung utama dua kecamatan, Dinas PU membutuhkan anggaran Rp 3 miliar. “Insyaallah tahun depan sudah rampung,” tandasnya. (c/kam)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top