Warga yang Bermukim di Tahura Segera Direlokasi – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Metro Kendari

Warga yang Bermukim di Tahura Segera Direlokasi

Warga Tahura.

kendaripos.fajar.co.id — Ratusan warga yang bermukim di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Murhum di Kelurahan Punggaloba, Kendari Barat segera direlokasi. Warga kini tinggal menunggu instruksi langsung dari pemerintah, kapan mereka wajib meninggalkan kawasan yang mereka jadikan pemukiman. Sebab, rumah tinggal yang dibangun sebagai kompensasi mereka kini sudah siap dihuni. Jadi tidak ada alasan lagi untuk bertahan di kawasan Tahura.

Penegasan itu disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sultra, Saleh Lasata. Belum lama ini, mantan Bupati Muna itu sudah menerima laporan dari pelaksana teknis kegiatan pembangunan rumah layak huni di kawasan Purirano, tempat relokasi warga. Sejak awal kawasan itu disiapkan untuk merelokasi 221 KK yang mendiami kawasan Tahura sejak tahun 1991 itu. Plt.Gubernur Sultra, Saleh Lasata mengaku dalam waktu dekat pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak Pemkot Kendari untuk mendiskusikan mekanisme pemindahan warga.

“Kita sudah diskusikan juga dengan Korem dan Polda, tinggal waktunya saja yang akan kita putuskan bersama. Kalau rumahnya sudah selesai semua, saya sudah dapat laporannya,” ujar Saleh Lasata di ruang kerjanya, Jumat (7/7).

Purnawirawan Brigjen TNI Angkatan Darat itu mengaku akan menyerahkan sepenuhnya kepada Pemkot Kendari bagaimana warga bisa dipindahkan. Pasalnya, wilayah yang ditempati warga saat ini merupakan otorita dari ibu kota provinsi. “Kita koordinasi dulu. Maunya kita Pemkot saja yang laksanakan pemindahan karena itu warga mereka, tetapi tetap koordinasi,” tambahnya.

Menurut pasangan Gubernur Sultra nonaktif, Nur Alam ini kondisi di puncak Punggaloba saat ini sudah sangat mengkhawatirkan. Struktur tanah yang dijadikan akses keluar masuk oleh warga bahkan tak bisa dilintasi oleh orang yang baru masuk di area itu. “Erosinya sudah cukup parah, banyak tanah yang pecah karena aliran air, memang kalau terus dibiarkan jelas berbahaya,” tutupnya. (ely/c)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.





Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top