Wagub Sultra Menangis Kalau Ingat Gubernur, Saleh Lasata : Saya Belum Bisa Temui Nur Alam – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Wagub Sultra Menangis Kalau Ingat Gubernur, Saleh Lasata : Saya Belum Bisa Temui Nur Alam

Nur Alam dan Saleh Lasata

kendaripos.fajar.co.id — Gurat lelah sulit ditutupi Saleh Lasata. Itu terliat dari wajahnya begitu Plt Gubernur Sultra itu keluar dari kabin Toyota Fortuner yang mengantarnya sampai ke depan gedung utama Kompleks Kantor Gubernur Sultra. Walau sementara waktu berstatus orang nomor 1 di Bumi Anoa, ia tetap menggunakan DT 2, sebagai nomor polisi di kendaraan dinasnya itu.

Saleh Lasata tiba di Kantor Gubernur Sultra pukul 09.30 Wita. Padahal, Kamis (6/7) sore lalu, ia masih berada di Jakarta memenuhi panggilan Mendagri untuk menerima SK penugasannya sebagai Plt Gubnernur dan baru bertolak ke Kendari, Jumat (7/7) dini hari. Tak sempat istirahat lama, pasangan setia Nur Alam ini langsung masuk kantor. Agenda padat sudah menanti, khususnya urusan koordinasi dan konsolidasi pemerintahan.

Tak ada yang berubah dari seorang Saleh Lasata di hari pertamanya bekerja sebagai Plt Gubernur Sultra. Selain masih menunggangi kendaraan dinas bernomor polisi DT 2, ia juga tetap memilih bertugas di ruang kerjanya sebagai Wakil Gubernur, ruangan yang sudah sembilan tahun ia tempati. Suasana di pintu masuk juga tetap normal seperti biasa. Begitu masuk, ia langsung melempar senyuman pada staf yang bertugas piket.

“Biarlah ruang kerja saya tetap disini (di ruang Wagub), saya fokus pada wewenang yang diamanahkan untuk melanjutkan visi dan misi kami dengan bapak Nur Alam,” kata Saleh Lasata. Yang menarik, begitu menyebut nama Nur Alam, matanya berkaca-kaca. Ia tak bisa menyembunyikan kesedihannya membayangkan kondisi tandemnya itu saat ini.

Namun apapun itu kata dia, semua sudah ada jalannya. Sehingga saat ini, sebagai wujud dukungan terhadap pasangannya itu, maka dirinya hanya perlu berdoa dan bekerja maksimal untuk menuntaskan program yang sudah berjalan. “Orang yang tak begitu dekat saja sedih apalagi saya yang sudah lebih dari 10 tahun bersama beliau. Jelas hati saya selalu menangis. Kemarin saya ingin ketemu beliau tapi tidak dibolehkan KPK, kecuali sudah 7 hari. Makanya saya akan kesana lagi untuk menghadap, sekaligus melaporkan keadaan disini. Saya hanya Plt. Dialah gubernur Sultra,” katanya, lirih menahan sedih.

Tak ada kebijakan khusus yang disiapkan Saleh Lasata saat ini. Apa yang sudah berjalan adalah program kerjanya bersama gubernur, kini hanya perlu dilanjutkan. “Plt itu beda dengan pejabat definitif. Plt itu tidak bisa membuat perjanjian kerjasama, pinjam uang, kalau reposisi pejabat bisa tapi harus seizin menteri, Insya Allah lahir batin saya siap melakukan tugas ini, tentu harus didukung pula dengan semua pihak,” jelasnya.

Ia juga minta dipahami bila tak bisa memenuhi undangan kepala daerah di kabupaten/kota, sebab kondisi kesehatan fisik serta kemampuan berpikirnya tentu tak bisa disamakan dengan Nur Alam. “Keluar daerah tentu tidak bisa sesering beliau. Tapi kemarin sudah terlanjur janji akan silaturahmi dengan Pemda Buteng, Insya Allah saya bisa gantikan beliau untuk hadir,” sambungnya.

Ungkapan hati itu juga disampaikan Saleh Lasata dihadapan kepala SKPD Jumat kemarin. Bertempat di ruang rapat gubernur, usai salat Jumat, ia mengumpulkan SKPD untuk meminta dukungan agar roda pemerintahan tetap berjalan baik. “Ini juga pesan Pak Gubernur melalui Ibu Tina (Tina Nur Alam). Agar kita disini tetap bekerja memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat Sultra,” katanya.

Semua SKPD diingatkannya tidak boleh kendur semangat kerjanya. Mulai dari program rutin atau proyek strategis utamanya soal jalan dan jembatan serta masjid Al Alam harus tuntas tepat waktu. Pertemuan itu berlangsung singkat. Suasana rapat begitu hening, bahkan beberapa staf yang duduk dibagian belakang sempat menitikkan air mata.

Sementara para kepala dinas, badan dan biro juga terlihat banyak menunduk. Sesaat setelah rapat ditutup juga tak ada percakapan yang dibuka satu sama lain. Semua berdiri dan menenteng buku dan map bawaan masing-masing kembali ke ruang kerjanya. Demikian juga Saleh Lasata yang kembali ke ruangannya. (ely)

 

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top