Tetapkan Tersangka Korupsi di PDAM Baubau, Kejati Butuh Keterangan Saksi Ahli – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Hukum & Kriminal

Tetapkan Tersangka Korupsi di PDAM Baubau, Kejati Butuh Keterangan Saksi Ahli

kendaripos.fajar.co.id Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra bekerja keras untuk mengungkap siapa yang paling bertanggung jawab atas dugaan korupsi pengadaan mesin pompa air di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Baubau. Namun sebelumnya melangkah lebih jauh, jaksa masih butuh keterangan saksi ahli untuk mengetahui jumlah kerugian total atau total loss dari proyek yang dipusatkan di Kecamatan Betoambari tahun 2010. Saksi yang dibutuhkan ahli pidana dari Universitas Halu Oleo (UHO).

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sultra, Sugeng Djoko Susilo, SH, MH menjelaskan kasus dugaan korupsi di PDAM Baubau yang menghabiskan angggaran hingga Rp 5 miliar itu, tinggal tunggu finalnya saja. Finalisasi yakni ekspos perkara untuk menetapkan tersangka. “Eksposnya masih menunggu keterangan saksi ahli dari UHO. Sudah kami agendakan untuk permintaan keterangan. Insya Allah dalam waktu dekat akan dilakukan,” ujar Sugeng Djoko Susilo di ruang kerjanya, Jumat (7/7).

Mantan Wakajati Sulteng itu menjelaskan keterangan saksi ahli diperlukan untuk memastikan bahwa yang disangkakan Kejati Sultra pada kerugian total (total loss). “Total loss yang dimaksud itu adalah kerugian negara dimana bangunan yang dikerjakan dengan menggunakan uang negara namun tidak dapat digunakan. Jadi anggaran yang digelontorkan untuk proyek itu tidak ada gunanya. Memang mesin dieselnya ada dan pondasinya tetapi tidak dapat digunakan jadi percuma,” tutur Sugeng Djoko Susilo.

Setelah permintaan keterangan saksi ahli, Kejati Sultra akan mengumpulkan seluruh barang bukti dan dokumen pendukung yakni hasil pemeriksaan saksi-saksi. Lalu menggelar ekspos perkaa dan apabila telah memenuhi persyaratan atau telah terpenuhi dua alat bukti, maka akan ditetapkan tersangkanya. “Sebenarnya tinggal saksi ahli saja, setelah itu langsung kami tunjuk siapa tersangkanya. Kasus ini seharusnya tidak boleh berlarut-larut karena tindakan pelakunya sangat merugikan masyarakat,” tutup Sugeng Djoko Susilo. (kmr/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.





Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top