Jaksa di Muna Dianggap Lelet, Kasus DAK Diambil Alih Kejati Sultra – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
HEADLINE NEWS

Jaksa di Muna Dianggap Lelet, Kasus DAK Diambil Alih Kejati Sultra

Sugeng Djoko Susilo

kendaripos.fajar.co.id — Berbulan-bulan tanpa ada kepastian status, penyelidikan dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) 2015 Muna akhirnya diambil alih Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra. Para penyidik di Muna dianggap terlalu lelet oleh jaksa tinggi di Kendari. Hampir setahun diusut, kesimpulan yang muncul baru satu. Ada penyelewangan anggaran, ada salah kelola duit sebesar lebih Rp 300 Miliar. Siapa yang selewengkan? itu yang tak pernah terungkap.

Nah, agar perkara ini bisa terurai sebelum Sugeng Djoko Susilo menuntaskan tugasnya sebagai Kajati Sultra, diputuskanlah untuk diambil alih oleh jajaran penyidik di Kejati Sultra yang dinilai lebih andal dan piawai. “Lambannya pengusutan kasus ini juga karena kurangnya personil Kejari Muna. Jadi kita ambil alih saja, sekarang berkasnya sedang kita rampungkan,” kata Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sugeng Djoko Susilo, SH,MH saat ditemui di ruangannya, Jumat (7/7).

Ada dua alasan utama, kata jaksa Sugeng hingga pihaknya mengambil alih perkara itu. Pertama, penyelidikan di Kejari Muna terlalu lambat yang dikhawatirkan akan menjadi opini kurang sedap di masyarakat. Apalagi anggaran DAK itu cukup besar. “Kedua, personil Kejari Muna itu kurang. Tapi jaksa yang melakukan lidik di Muna tetap kita tarik untuk bekerja bersama,” tutur jaksa yang sebentar lagi mendapat tugas baru di Kejagung.

Mantan Wakajati Sulteng ini khawatir dengan image masyarakat yang bisa saja menilai jaksa menunda-nunda atau tidak serius melakukan penyelidikan tersebut. “Memang sudah seharunya kami ambil alih, selain itu objeknya
juga sudah nasional dan telah diketahui pusat (Kejagung). Olehnya itu harus diambil alih. Ini juga jadi bukti keseriusan kami agar bisa ditangani lebih cepat,” tuturnya.

Saat ditanyakan tentang siapa yang dibidik sebagai biang mega korupsi DAK Muna itu, Sugeng belum bisa menyebutkan siapa saja dan berapa orang yang akan menjadi penanggung jawab tindakan pidana tersebut. Ia hanya mengatakan alat bukti yang  dibutuhkan belum lengkap untuk menetapkan siapa tersangkanya. “Belum ada kepastian siapa dan berapa tersangkanya, kita masih terus dalami. Seperti dalam kelompok deposito masih
ada rincian yang harus dilengkapi, begitu juga kelompok proyek 61 masih ada yang harus dilengkapi,” tuturnya.

Kajati juga mengatakan pihaknya sudah menggandeng Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mengaudit kerugian negara. Dari hasil penyidikan ditemukan 61 proyek yang dikerjakan di Muna yang terdiri 60 proyek oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Muna dan Balai Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Muna dimana seluruh proyek hanya dikerjakan mencapai 30 sampai 40 persen saja. “Yang dipertanyakan kenapa harus cair 100 persen anggaran baru proyeknya hanya selesai 40 persen saja. Dan itu wewenang bupati kenapa harus dicairkan 100 persen baru pekerjaannya tidak ada yang selesai,” ucapnya.

Sementara itu, jaksa di Muna agaknya masih belum jujur soal perkembangan perkara ini. Saat Kendari Pos menanyakan perkembangan kasus ini, para penyidiknya mengaku masih melakukan pendalaman sekaligus pengumpulan bukti-bukti. Selain itu juga ada rencana untuk melakukan pemeriksaan lanjutan, yang waktunya belum dipastikan.

Kajari Muna Badrut Tamam berjanji akan segera merampungkan kembali sejumlah bukti yang ada. Untuk itu, pendalaman pemeriksaan dalam kasus ini, mulai dari 61 paket proyek yang tak tuntas hingga deposito uang segera dirampungkan. “Penyidikan kasus DAK segera dilakukan. Tentu, jaksa butuh pendalaman lagi untuk menetapkan tersangka,” kata Badrut Tamam, kemarin tanpa menyebut bahwa perkara ini sudah diambil alih jaksa tinggi.

Sementara itu, Kasi Intel Kejari Muna, Ld Abdul Sofyan kembali menjelaskan terkait pengusutan kasus DAK, meski penyelewengan anggaran sudah jelas, tidak serta merta ditetapkan tersangka. Ia menjelaskan, dalam proses penyidikan, penyidik mengumpulkan alat bukti guna menjerat tersangkanya. Penyelidikan ditingkatkan, sebab penyelidik sudah menemukan alat bukti. “Jadi, soal siapa tersangka, itu nanti akan terungkap melalui proses penyidikan. Penyidik kini masih mengumpulkan alat bukti guna membuat terang tindak pidana dan menemukan tersangkannya,” terangnya.

Sementara dalam pengumpulan buktinya nanti, jaksa akan mengagendakan pemanggilan mulai dari mereka yang pernah diperiksa maupun yang belum. “Belum ada agenda. Kita akan rapat tim dulu untuk menyusun jadwalnya. Insya Allah, bulan ini,” katanya. Ia juga belum bisa menyampaikan berapa kerugian negara. Pihaknya, nanti akan meminta ahli dari BPKP untuk mengaudit secara resmi. (ery/kmr)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.





Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top