2.400 Hektar Padi Teridentifikasi Rusak, Distan Sultra Usulkan Bibit Baru – Kendari Pos Online
Jalan Sehat

pariwara
Iklan Jalan Sehat Kenpos Iklan 10 Iklan 23
Sulawesi Tenggara

2.400 Hektar Padi Teridentifikasi Rusak, Distan Sultra Usulkan Bibit Baru

Sawah yang terendam di Baubau. Foto : Akhirman/Kendari Pos.

kendaripos.fajar.co.id — Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Provinsi Sultra sudah menuntaskan identifikasi jumlah lahan pertanian, khususnya padi yang rusak akibat banjir beberapa bulan terakhir. Sebanyak 2.400 hektar padi dipastikan gagal panen periode tanam Januari-April tahun ini. Sebagai bentuk keprihatinan Pemprov Sultra, melalui Distanak maka diusulkan benih padi sebanyak lahan yang rusak itu.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Sultra, Muhammad Nasir. Ditemui usai menghadiri rapat umum bersama Plt Gubernur Sultra, Saleh Lasata di kantor gubernur, Nasir menjelaskan seyogyanya benih itu bisa dibagikan bulan ini. Hanya saja, usulan pemerintah saat itu hanya seribu benih.

Sementara secara tak terduga terjadi banjir susulan Juni lalu sehingga jumlah sawah yang rusak terus bertambah. “Saya langsung melapor di pusat agar ditunda dulu pengiriman seribu bibit itu, karena saya harus perbaharui usulan menjadi 2.400,” ujar Nasir.

Bencana banjir tahun ini kata dia memang cukup parah. Karena melanda beberapa daerah. Terlebih banjir terparah justru terjadi di daerah lumbung padi. “Konawe dan Konsel itu ratusan hektar, tapi bencana itu tidak bisa kita hindari. Makanya dicarikan solusi supaya kerugian tidak semakin besar,” ungkapnya.

Masih kata Nasir, bagi petani yang sudah memiliki asuransi bisa dibilang sedikit beruntung. Sebab, setiap hektar yang rusak akan dihargai Rp 6 juta oleh Jasindo yang merupakan mitra pemerintah dalam menunjang kesejahteraan petani. “Makanya itu, saya sudah sampaikan ke petani termasuk juga pihak Jasindo yang sudah membayar premi tolong dikasih asuransinya, lumayan 6 juta perhektat,” ungkapnya.

Sementara bagi yang belum memiliki asuransi, diharapkan dapat belajar dari kejadian tahun ini untuk segera mendaftarkan diri. Sebab, selain mendapat subsidi pemerintah, asuransi juga memiliki banyak manfaat untuk petani kata dia. Jika tak ada aral, periode tanam Agustus-September nanti petani sudah menerima benih. Sehingga musim panen Oktober nanti bisa mendapat hasil maksimal. “Insya Allah bulan ini sudah bisa kita dapat benihnya, supaya langsung kita bagi,” tutup mantan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Konawe itu. (ely/c)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top