Sengketa Lahan di Konawe Selatan Akhirnya Selesai – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Konawe Selatan

Sengketa Lahan di Konawe Selatan Akhirnya Selesai

Kamal/kendari pos
Bupati Konsel, Surunuddin Dangga (ketiga dari kanan) bersama wakilnya Arsalim (kedua dari kanan) menerima kunjungan pejabat Kemendes dan PDT di kantornya, kemarin (6/7). Mereka membicarakan jalan keluar sengketa lahan antara UPT Roda dengan PT Tiran di Kolono.

kendaripos.fajar.co.id — Sengketa lahan antara UPT Roda dengan PT Tiran yang berlokasi di Kecamatan Kolono, Kabupaten Konawe Selatan akhirnya tuntas. Kasus yang sudah berlarut-larut itu bisa diselesaikan setelah sejumlah pejabat dari Dirjen PK Trans Kemendes, PDT Transmigrasi, Dirjen Perkebunan Kementan RI, Plt Dirjen PKP2 Trans Kemendes, PDT dan Transmigrasi mendatangi pemerintah Kabupaten Konsel, Kamis (6/7).

Bupati Konsel H Surunuddin Dangga yang menyambut kedatangan tamu kemeterian tersebut menjelaskan, kehadiran para pejabat kementerian itu memang dalam rangka penyelesaian sengketa lahan daerah Transmigrasi di Kolono.

“Lahan dua UPT Roda ini bersentuhan langsung dengan PT Tiran. Makanya kita coba dudukan bersama,” ungkapnya usai pertemuan. Surunuddin menjelaskan, sebelumnya pada tahun 2011 terjadi penempatan pemukiman transmigrasi di wilayah itu. Dimana warga transmigrasi mengusul untuk disiapkan lahan satu dengan lahan dua. Namun pada tahun 2012 terjadi perseteruan di lahan dua yang nota bene lahan tersebut telah dikuasai oleh PT Tiran.

“Makanya hari ini kita coba selesaikan dengan membentuk tim penyelesaian
sengketa lahan UPT Roda dengan PT Tiran,” jelasnya. Alhasil, dalam pertemuan singkat tersebut yang juga melibatkan dari pihak Tiran, Bupati Konsel pun mengambil inisiatif untuk pemindahan sebagian lahan Tiran yang bersentuhan dengan lahan dua pemukiman Transmigrasi.

“Lahan PT Tiran Sulawesi yang tumpang tindih dengan lahan pemukiman transmigrasi UPT Roda siap dipindahkan disekitar lokasi pemukiman dan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Kita akan merevisi SK pencadangan kawasan transmigrasi di Desa Roda Kecamatan Kolono dari seluas 1.000 hektar menjadi 500 hektar. Selanjutnya sisa lahan 500 hektar akan dicadangkan kembali oleh pemerintah daerah ke wilayah lain,” terangnya.

Kesepakatan itu turut dilakukan penandatanganan berita acara di sepakati oleh Pihak PT Tiran, Nahar dan Bupati Konsel. “Bagaimanapun juga, saya berkomitmen memberikan perhatian kepada warga transmigrasi agar bisa tinggal nyaman,” imbuhnya. (b/kam)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top