Neraca Perdagangan Sultra Defisit, Impor Masih Tinggi – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Ekonomi & Bisnis

Neraca Perdagangan Sultra Defisit, Impor Masih Tinggi

Atqo Mardiyanto
Kepala BPS Sultra

kendaripos.fajar.co.id — Neraca perdagangan Sultra sepanjang bulan Mei kembali mengalami defisit hingga USD 9,88 juta. Secara kumulatif selama periode Januari–Mei, juga terjadi defisit yang mencapai angka USD 294,05 juta. Jika ditelaah, nilai ekspor Sultra yang naik hingga 30,25 persen sepanjang Mei, ternyata tak memberi dampak berarti, karena nilai impor bahkan masih lebih tinggi. Secara detail, Sultra banyak mengimpor bahan bakar mineral, barang dari batu, gips, semen, asbes, mika dan sejenisnya bahkan perabot rumah tangga.

Kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra, Atqo Mardiyanto saat merilis berita resmi statistik beberapa hari lalu, impor Sultra didominasi oleh beberapa kelompok komoditi. Terbesar adalah bahan bakar mineral dengan nilai USD 24,89 juta, barang dari batu, gips, semen, asbes, mika dan sejenisnya dengan nilai USD 5,38 juta. Disusul aneka produk kimia, mesin dan pesawat mekanika, aluminium, mesin dan peralatan listrik, kendaraan bermotor, produk keramik, alat dan aparat optik, fotografi, sinematografi bahkan perabot rumah tangga.
“Dalam 5 tahun terakhir volume impor Sultra mulai tahun 2013-2016 menunjukkan tren naik tepatnya mulai tahun 2013-2014. Namun, dalam 2 tahun terakhir (2015-2016) justru menunjukan trend menurun. Tahun 2017 sampai bulan Mei ini, impor Sultra mencapai nilai USD 371,95 juta melebihi capaian tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Memang nilai impor Sultra bulan Mei turun 49,19 persen dibanding bulan April. Namun jika dibanding tahun lalu, nilai impor Sultra selama periode Januari-Mei justru naik 156,13 persen, atau dari USD 145,22 juta menjadi USD 371,95 juta. Dalam hal ini masyarakat Sultra masih cukup konsumtif.

Sementara nilai ekspor Sultra sepanjang Mei yang mengalami peningkatan sebesar 30,25 persen dibanding bulan April, belum mampu memberi sumbangsih besar dalam menopang necara perdagangan Sultra. Ekspor saat ini masih didominasi komoditi besi-baja, bijih logam, perak dan abu. Sedangkan sisanya diisi kelompok ikan dan udang, minyak atsiri, wangi-wangian, dan kosmetika, hingga kelompok komoditi biji dan buah mengandung minyak. Cukup kontradiktif, Sultra yang merupakan provinsi maritim yang juga ditopang sektor pertanian ternyata belum mampu memaksimalkan ekspor komoditi pertanian dan hasil laut. (feb/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.





Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top