Kajati Sultra Pindah Tugas, Wakajati Jambi Ditunjuk Masuk Sultra – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
UHO Cup Iklan Iklan 10 Iklan 23
Sulawesi Tenggara

Kajati Sultra Pindah Tugas, Wakajati Jambi Ditunjuk Masuk Sultra

Sugeng Djoko Susilo SH MH

kendaripos.fajar.co.id — Prestasi mentereng yang ditorehkan Sugeng Djoko Susilo selama menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra berbuah manis. Kejaksaan Agung RI memintanya untuk menduduki posisi penting di gedung bundar-sebutan untuk Kejagung-sebagai Inspektur IV pada Jaksa Agung Muda bidang pengawasan (Jamwas) Kejagung RI.

Tugas barunya itu sudah dicatat dalam sebuah surat keputusan (SK) Kejagung RI dengan nomor SK KEP_254/A/JA/06/2017 tertanggal 16 Juni 2017. Selain menugaskan jaksa Djoko ke pososi baru, SK itu juga menugaskan Azhari, SH,MH yang saat ini menjabat sebagai Wakajati Jambi untuk menjadi Kajati Sultra. Itu artinya, pengabdian Sugeng Djoko Susilo yang dimulai Desember 2015 lalu, telah tunai.

“Sudah waktunya saya tinggalkan Sultra, saya minta doa restu masyarakat agar bisa melanjutkan tugas saya di jabatan baru nanti,” pamit Kajati Sultra, S Djoko Susilo, saat ditemui di ruang kerjanya kemarin. Baginya, mutasi itu adalah hal biasa dalam intitusinya, apalagi ia memang sudah cukup lama bertugas di Sultra.

Mantan Wakajati Sulawesi Tengah (Sulteng) itu berharap agar pengantinya nanti bisa lebih baik lagi memimpin Kejati Sultra, dan bisa memenuhi apa yang diharapkan oleh masyarakat. “Kepemimpinan yang baru nanti bisa meningkatkan pemberantasan korupsi, lebih banyak lagi mengembalikan kerugian negara dan terakhir harus meningkatkan kinerja Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D), untuk mengawal pembangunan daerah agar bisa lebih maju dan tentunya berimbas dengan kesejahteraan masyarakat yang akan lebih meningkat,” harapnya.

Soal seremoni penyerahan jabatan Kajati Sultra, Djoko Susilo mengatakan akan dilakukan setelah pelaksanaan peringatan Hari Bhakti Adyaksa ke-57 tahun 2017, akhir Juli nanti. Namun ia tidak menyebut waktu pastinya. “Untuk waktu sertijabnya nanti saja, yang jelas selesai peringatan hari Bhakti Adyaksa,” tuturnya.

Telah banyak yang dilakukan Sugeng Djoko Susilo sejak menjabat Kajati Sultra. Ia tidak hanya tegas dalam urusan memberantas korupsi, tapi juga jenius menciptakan jurus-jurus mencegah korupsi. Ia menularkan semangat itu ke bawahannya di Kejaksaan Negeri (Kejari) di daerah, hingga semua terpacu bekerja. Koruptor ditangkapi yang mengelola duit negara diajari tak mencuri, dan calon pengelola bangsa diberi pendidikan anti korupsi.

Begitu bertugas Desember 2015 lalu, sederet program keren ia susun. Para pengutil uang negara ia sidik dan tahan satu persatu, untuk selanjutnya dibawa ke pengadilan. Sisanya urusan hakim. Tapi urusan menangkap koruptor itu sudah kewajiban. Program Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D), yang ia adopsi dari “atas”, termasuk yang paling berhasil di Indonesia. Berkat suksesnya TP4D, Kejati Sultra bahkan didapuk sebagai Kajati terbaik ke-4 di Indonesia.

Dengan TP4D, ia mampu mereduksi peluang terjadinya korupsi, terutama pada satuan kerja perangkat daerah (SKPD) maupun lembaga vertikal. Sugeng memang enggan memuji diri sendiri dengan menyebut program tersebut sukses dilaksanakan. Namun fakta bahwa Sultra masuk lima besar terbaik nasional dalam hal penyerapan anggaran menjadi salah satu indikator kalau TP4D berhasil.

“Salah satu fungsi TP4D adalah memberi pendapat hukum pada pemerintah daerah tentang pengelolaan anggaran,” ungkap jaksa yang akrab disapa Djoko ini. Nah, korelasinya adalah kalau Pemda aktif meminta pandangan hukum, maka otomatis mereka tidak akan ragu lagi dalam membuat kebijakan dalam menggunakan anggaran. Dengan begitu serapan anggaran pasti tinggi.

TP4D di Sultra resmi dilaunching 15 Februari 2016 lalu. Program ini dikeluarkan Jaksa Agung sebagai respon atas kegalauan Presiden RI, Joko Widodo karena minimnya serapan anggaran di daerah. TP4D diharapkan bisa mendorong Pemda lebih berani dalam menggunakan anggaran setelah melalui konsultasi (minta pendapat hukum). Hal ini sangat penting supaya pembangunan infrastruktur dan ekonomi bisa berjalan baik.

Dalam menjalankan TP4D, mantan Wakajati Sulteng ini tidak hanya menunggu Pemda atau istansi meminta pendapat hukum, dia justru menjemput bola. Tim TP4D yang dibentuk proaktif melakukan sosialisasi ke instansi Pemda maupun vertikal. Langkah jenius ini sengaja diambil karena menganggap hasilnya bisa lebih maksimal. Sudah ada beberapa contoh konkrit, kalau TP4D sangat membantu Pemda atau istansi vertikal.

Dalam beberapa bulan terakhir, TP4D menjadi pembuka jalan dalam pembangunan proyek yang sempat macet dibeberapa daerah Sultra. Di Kolaka Timur misalnya, TP4D menjalankan perannya dalam melakukan pembebasan lahan masyarakat terkait pembangunan Bendungan Pilosika dan Bendungan Ladongi.

Di bidang pemberantasan korupsi, jaksa Djoko juga tokcer. Selama hamper dua tahun ini, banyak perkara korupsi diungkap jajaran korps Adhyaksa di Sultra. Sejak Januari-November 2016, jaksa sudah mengungkap lebih 30 perkara rasuah sekaligus menyelamatkan duit negara sebesar Rp 5, 146 Miliar.(kmr)

 

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top