Sambutan Para Utama, Oleh: Onggi Nebansi – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Kolom

Sambutan Para Utama, Oleh: Onggi Nebansi

kendaripos.fajar.co.id — Direktur Utama (Dirut) Kendari Pos, Irwan Zainuddin benar-benar kaget. Betapa tidak, acara yang hanya untuk memberikan kue ulang tahun dan ucapan selamat HUT Bhayangkari ke 71 kepada Kapolda Sultra, Brigjen Andap Budhi Revianto dipikirnya hanya akan berlangsung sederhana, ternyata luar biasa. Ini kekagetan pertama.

Tempat penyerahan yang dipikirnya akan berlangsung di ruang tamu Kapolda, ternyata berlangsung di ruang utama Mapolda. Ini kekagetan kedua. Orang yang akan mendampingi Kapolda saat akan menerima kue ulang tahun dipikirnya hanya akan didampingi ajudan, atau paling juga Kabid Humas, ternyata, seluruh pejabat utama Polda turut menyambut. Ini kekagetan yang ketiga. “Luar biasa kita disambut yah. Bukan saja para pejabat utama, tapi ibu-ibu Bhayangkari pun turut menyambut. Saya tidak menyangka disambut seperti ini,” begitu Irwan Zainuddin membisik.

Bisikan ini pun saya lanjutkan kepada Kapolda. Dan, Brigjen Andap tersenyum. “Jika semua Kapolda tampil seperti ini, maka Kamtibmas se Indonesia dipastikan terjaga,” Brigjen Andap kembali tersenyum mendengar ini. Tapi bahwa, layanan yang kemarin itu memang terasa istimewa. Direksi dan jajaran menajamen Kendari Pos yang hadir lengkap, juga disambut dengan jajaran pejabat utama Polda Sultra secara lengkap. Mumpung masih suasana lebaran, tanpa komando, ucapan “Minal Aidin wal Faidzin” pun terlontar.

Lepas dari suasana silaturrahmi lebaran dan ulang tahun Bhayangkara, baik Brigjen Andap sebagai Kapolda maupun Irwan Zainuddin sebagai Dirut Kendari Pos juga memanfaatkannya pada hal-hal yang mengarah kepada pembangunan sosial kemasyarakatan. Tentu, berkaitan dengan tugas dan fungsi masing-masing pihak.

Tak ada protokol. Tak ada MC. Pokoknya, acara mengalir begitu saja. Tanpa komando, Brigjen Andap berdiri dan berjalan ke arah tiang mike. Saat itu tak ada rekaman. Tapi, intisarinya kira-kira begini: untuk mengetahui keadaan sesungguhnya bagaimana tampilan dan perlakuan anak buah di lapangan, Brigjen Andap harus pula turut ke lapangan tanpa harus mengenakan atribut polisi. Jangankan pakaian polisi, mobil dinas pun tak digunakan. “Saya naik sepeda. Mutar-mutar dalam kota dan anggota di lapangan kadang nggak tahu. Ini untuk mengetahui keadaan sesungguhnya bagaimana kerja anggota di lapangan.

Mau tahu keadan aslinya kayak gitu. Kalau saya mutar-mutar pakai mobil kan bisa saja. Ke Gunung Jati juga naik sepeda. Naik sepeda ke Gunung Jati itu harus sabar. Jangan terburu-buru. Yakinkan diri bahwa tanjakan masih cukup panjang. Atur napas. Falsafahnya seperti itu,” tutur Kapolda sambil melepas tawa seolah tak yakin dengan ilmu falsafahnya. Untuk ini, Wakapolda menimpali. “Bukan hanya dalam kota, di luar kota pun kadang naik sepeda. Tikungan Pohara (berkelok-kelok sambil menanjak) pun sudah dilewati.

Selain untuk mengetahui keadaan anggota di lapangan, mutar-mutar bersepeda ini juga ternyata dalam rangka mengakrabkan diri kepada masyarakat. Contohnya seperti di Gunung Jati. Masyarakat bisa ramah jika didatangani dalam suasana yang tepat dan penampilan yang pas pula. Dan, ada pengalaman di Gunung Jati, ternyata masyarakatnya bisa seketika berkumpul.

Cerita ringan yang bermanfaat dari Brigjen Andap seperti itu. Ada pula cerita ringan tapi jika diulas bisa menjadi serius. Misalnya, berita hoax. Misalnya lagi, berita kriminalisasi ulama apakah hoax atau bukan. Bagaimana ceritanya dan lain sebagainya. Misalnya lagi, bagaimana Ahok effect di Sultra. Misalnya lagi, seperti apa peran polisi dalam sisi pembangunan sosial, ekonomi, budaya. Dan lain-lain.

Usai Brigjen Andap, giliran Dirut Kendari Pos, Irwan Zainuddin yang berbicara. Kendari Pos punya tag line “Santun dan Mengispirasi”. Kata Irwan, bad news is good news atau berita buruk adalah berita bagus adalah paradigma lampau. Kendari Pos sudah meninggalkan itu. Sekarang, Kendari Pos ingin menonjolkan Good News is the Best News (berita bagus adalah berita paling bagus).

Masyarakat damai, aman dan tentram pastilah diikuti dengan iklim usaha dan investasi yang bagus. Jika iklim usaha dirasakan nyaman oleh para pemodal, olah para investor maka dunia investasi akan berkembang pula di Sultra ini. Dan, pastilah ekonomi akan bertumbuh. Ketika terjadi pertumbuhan ekonomi, daya beli juga meningkat, pendidikan mengalami kemajuan, orang-orang kaya akan banyak. Dan ketika itu terjadi, maka pelanggan koran akan bertambah dan pemasang iklan akan bermunculan.

Inilah salah satu hal serius yang disampaikan Irwan Zainuddin di tengah-tengah para pejabat utama Polda Sultra. Masih ada poin-poin penting yang disampaikan. Tapi, hal itu menyangkut ide cerdas dan kreativitas yang bersifat terbatas bahkan cenderung untuk kalangan sendiri. (*)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top