Rusman : Muna Harus jadi Ujung Tombak Peradaban Sultra – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Muna

Rusman : Muna Harus jadi Ujung Tombak Peradaban Sultra

Bupati Muna Rusman Emba (tengah) saat memimpin rapat paripurna.

kendaripos.fajar.co.id — Peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-58 Kabupaten Muna digelar, hari ini (4/7). Tidak ada kegiatan yang sifatnya menghambur-hamburkan uang dilakukan Pemkab Muna. Yang ada hanya seremoni upacara saja. Bupati Muna, Rusman Emba memang sengaja tidak menggelar kegiatan berlebihan dalam HUT kali ini. Dirinya ingin memberikan pencerahan kepada masyarakat dan aparaturnya, kalau momentum seperti ini yang paling utama adalah evaluasi kinerja dan hasil pembangunan.

“Ini adalah momentum bersejarah. Makanya akan lebih baik jika kita isi dengan intropeksi diri supaya bisa bekerja lebih baik lagi dalam membangun daerah,” ungkap Rusman Ema saat ditemui usai rapat paripurna istimewa dalam rangkaian HUT ke-58 Kabupaten Muna di gedung DPRD Muna.

Menurut mantan Ketua DPRD Sultra ini, kalau semua aparatur pemerintah, memahami tupoksi masing-masing dalam membangun daerah, maka Muna akan bergerak maju lebih cepat. Tidak mustahil, kedepan Muna akan menjadi ujung tombak dalam membangun peradaban Sultra. “Kesadaran seperti ini yang saya harapkan dimiliki seluruh aparatur di Muna,” ujarnya.

Untuk bisa mewujudkan itu, lanjut dia, aparatur harus selalu memperbaiki diri. Terutama untuk selalu menjaga kekompakan dan kebersamaan dalam menyelenggarakan pemerintahan. Sebab, hanya dengan kebersamaan, kerja keras serta partisipasi semua komponen, menjadi modal dalam mengatasi berbagai kendala dalam proses pembangunan di Muna.

Pembangunan saat ini, merupakan hasil dari proses pembangunan yang berkesinambungan. Tentunya, hasil integrasi antara peran pemerintah, stakholder serta masyarakat. “Pada kesempatan istimewa ini, saya atas nama Pemkab serta secara pribadi, mengucapkan terima kasih pada para pimpinan di Muna terdahulu. Sebab, sudah bekerja keras untuk kemajuan Muna,” jelasnya.

Penyelenggaraan sidang paripurna, kata Rusman, untuk memberikan makna penting bagi daerah. Sehingga, apa yang menjadi agenda pemerintah dapat menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih baik. Ia juga menyampaikan, Muna telah menunjukkan jati dirinya dengan melahirkan daerah baru. Makanya, HUT Muna menjadi sangat bermakna dalam menatap masa kini dan masa depan. “Mawas diri dan intropeksi agar responsif dengan tantangan agar dijadikan sebagai inspirasi ke depan untuk meraih cita-cita yang lebih baik. Prinsipnya, kita ingin dari Muna akan lahir peradaban baru di Sultra,” terangnya.

Dalam kesempatan itu pula, mantan ketua DPRD Sultra mengulas kembali soal konsep “Mai Te Wuna”. Sebab dalam gagasannya, potensi wisata di Muna sangat besar. Jika dalam perjalanannya nanti, mampu dikelola dengan baik, maka bakal menjadi sumber perekonomian yang potensial bagi kesejahteraan masyarakat. Apalagi, pembenahan infrastruktur dilokasi-lokasi pariwisata telah menjadi perhatian serius.

Tak hanya itu, mantan anggota DPDRi ini juga telah melakukan berbagai terobosan besar dalam memajukan daerah Muna. Mulai dari pembangunan sektor perikanan dan peternakan, pencanangan jagung 30 ribu hektar, perkebunan, perluasan kota yang dilengkapi dengan berbagai sarana dan prasarana serta kebutuhan primer bagi masyarakat Muna.

Rusman menyadari, pembangunan infrastruktur jalan merupakan agenda penting untuk dibenahi. Sebab, sangat utama dalam menunjang kegiatan pembangunan dan perekonomian. “Sasarannya, pembangunan jalan sebagai strategis untuk mendukung ekonomi, pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup dan kebutuhan dasar,” pungkas Ketua FKPPI Sultra ini. Turut hadir dalam rapat paripurna istimewa itu adalah Forkompida dan anggota DPRD Muna. (b/ery)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top