Payah ! Kerja Tak Sesuai Harapan, Tunjangan Anggota DPRD Justru Dinaikan – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
UHO Cup Iklan Iklan 10 Iklan 23
HEADLINE NEWS

Payah ! Kerja Tak Sesuai Harapan, Tunjangan Anggota DPRD Justru Dinaikan

kendaripos.fajar.co.id — Kesejahteraan anggota DPRD provinsi, kabupaten dan kota bertambah. Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) sebagai payung hukumnya. Yakni, PP Nomor 18/2017 tentang hak keuangan dan administratif pimpinan dan anggota DPRD. PP tersebut telah disetujui Presiden Joko Widodo. Dengan begitu PP Nomor 24 Tahun 2004 tentang kedudukan protokoler dan keuangan pimpinan dan anggota DPRD tidak berlaku lagi.

Kebijakan pemerintah untuk menaikan pendapatan melalui tunjangan anggota DPRD dinilai tidak tepat oleh pengamat politik Sultra, Najib Husain. Menurutnya, peningkatan tunjangan dan fasilitas para wakil rakyat tersebut tidak berbanding lurus dengan apa yang telah dikerjakan oleh legislator tersebut.

Najib Husain mengatakan penilaian kinerja DPRD dapat dilihat dari tiga fungsi legislatif. Pertama, pembuatan peraturan daerah baik inisiatif sendiri ataupun usulan pemerintah. “Kemudian fungsi penganggaran, masih banyak anggaran tidak sesuai dengan apa yang menjadi kebutuhan mendesak masyarakat. Terkait dengan pengawasan terhadap pemerintah, DPRD kita ini masih lemah dalam mengawasi kinerja pemerintah,” ujar Najib Husain, Senin (3/7).

Pengamatan Najib, dalam hal menciptakan peraturan daerah (Perda) DPRD tidak maksimal melakukan fungsinya. “Bahkan, image datang, duduk, diam dan dengar itu masih bisa kita rasakan. Fenomena “transaksi” atau bagi-bagi proyek bahkan masih sering terjadi,” ungkapnya.

Ia juga menyayangkan kebijakan pemerintah itu tidak dibarengi dengan peningkatan kapasitas anggota DPRD. Keadaan mereka (Anggota DPRD, red) sebagai wakil masyarakat justru terbalik dari yang seharusnya. “Selama ini terbalik.Yang seharusnya merasakan kenikmatan dan kesejahteraan itu adalah rakyat bukan wakil rakyat. Wakil itu harusnya dapat menjadi panutan atau suri tauladan. Karena menjadi anggota DPRD bukan tempatnya untuk mengumpulkan pundi-pundi ungan, menjadi anggota DPRD itu lebih kepada pengabdian sebagai wakil rakyat untuk kesejahteraan,” katanya.

Pemerintah akan jauh lebih arif jika anggaran untuk kenaikan pendapatan daerah itu dialihkan untuk mengentaskan kemiskinan. “Di Sultra masih ada tiga daerah yang ditetapkan menjadi daerah tertinggal. Alangkah lebih bagusnya anggaran kenaikan pendapatan DPRD itu dialihkan untuk mengentaskan kemiskinan atau bahkan untuk pembangunan infrastruktur yang lebih dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.

Ia pun berahrap para legislator di Sultra dapat menyadari fungsi mereka untuk memperbaiki kinerjanya di dua tahun terakhir. “Meskipun agak sulit karena memikirkan untuk terpilih kembali, DPRD harus menujukan perubahan dalam hal kinerja dan menyadari fungsinya sebagai wakil rakyat,” pungkasnya.

Sebelumnya, kenaikan pendapatan dan fasilitas DPRD diungkapkan oleh Dirjend Otonomi Daerah (Otda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Soni Soemarsono. Soni mengungkapkan tunjangan alat kelengkapan dewan mengalami perubahan. “Kemudian fasilitas lain seperti rumah dinas, kendaraan dinas, tunjangan komunikasi. Uang representasi ketua bisa mencapai tujuh kali lipat,” tuturnya.

Tidak hanyak itu, Soni juga mengungkapkan bahwa jaminan terhadap anggota DPRD pada PP baru lebih lengkap. “Sekarang kecelakaan dikasih. Cek up lengkap. Ada juga uang jasa pengabdian,” ungkapnya. Mantan Plt Gubernur DKI Jakarta ini juga mengungkapkan alasan kenaikan tunjangan anggota DPRD tersebut. Menurutnya, selama ini pendapatan anggota DPRD itu terlalu kecil. “Dengan cara ini diharapkan sifat korup para anggota DPRD tidak lagi ada,” pungkasnya. (yog/b)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top