Menikmati Keindahan Air Terjun Namu di Konsel, Panoramanya Menyejukan Airnya Sedingin Es – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Konawe Selatan

Menikmati Keindahan Air Terjun Namu di Konsel, Panoramanya Menyejukan Airnya Sedingin Es

Air terjun di Pulau Namu, Konawe Selatan.

Desa Namu di Konawe Selatan (Konsel) tidak hanya terkenal dengan keindahan pantainya. Ditempat itu, ada juga air terjun yang tak kalah menarik. Panoramanya menyejukkan dan airnya sedingin es. Belum banyak orang yang tahu tempat ini.

Adwin Barakati

Suara debur air jatuh dari ketinggian mulai terdengar, meski lokasinya masih cukup jauh. Sabtu (1/7) lalu, saya bersama beberapa rekan memang menyempatkan diri mengunjungi air terjun di Desa Namu Konawe Selatan. Lelah selama perjalanan seolah terbayar ketika melihat keindahan air terjun yang masih berada dalam kawasan Desa Namu tersebut.

Dikelilingi hutan yang masih “perawan”, air terjun Namu benar-benar menyimpan pesona yang luar biasa. Tidak hanya pemandangannya yang indah, airnya juga sangat dingin seperti es. Kendati begitu, pengunjung tetap akan betah berada di situ. “Wow, indah sekali,” ujar Dinda, salah satu pengunjung.

Keindahannya akan semakin terasa ketika berada di puncak yang tingginya sekira 500 meter. Tapi harus hati-hati karena harus melewati medan sedikit ekstrim. Lereng bukit utamanya berbatu dan licin sehingga mesti ekstra waspada.
Untuk mencapai air terjun ini, sebenarnya tidak terlalu sulit. Cukup datangi Desa Namu. Kalau tak mau rugi, maka nikmatilah dulu pesona pantai Namu. Nah, jika telah puas, maka siaplah untuk mendaki ke puncak air terjun . Letaknnya hanya sekira satu kilometer dengan berjalan kaki dari lokasi pantainya. Itu bila dihitung dengan bentangan jalan yang rata.

Diperjalanan, tekstur tanah yang licin menanti. Meski begitu, karena pemandangan menarik sehingga tidak terasa. Pepohonan menjulang keatas langit hingga puluhan meter. Seakan menjadi payung jika tetesan hujan menjatuhi tanah. “Jalan saja terus, memang belum ada jalan yang bagus. Karena belum banyak yang kesini,” kata Lala, gadis muda yang menjadi pemandu kami menuju puncak air terjun. Lala adalah penduduk asli Desa Namu. Di siti hanya ada 112 kepala keluarga (KK).

Perjalanan memang menantang adrenaline. Apalagi jika menemukan sebuah posisi jalan yang miring. Licin dan terjal. Kondisi jalan menuju air terjun memang masih sulit. Pengunjung yang melintas, harus berhati-hati. Hujan yang terus mengguyur daratan Konsel membuat jalan dari puncak pegunungan tersebut semakin licin. Ketinggian puncak untuk mencapai air tejun cukup tinggi. Kira-kira mencapai 500 meter.

Menempuh jalan yang kurang lebih 30 menit. Suara gemericik air keras mulai terdengar. Gemerlap seperti tetesan air dari “surga”. Air terjun yang terlihat dari jarak pandang kurang lebih 50 meter kini ada dihadapan kami. Airnya sangat segar, dingin dan berembun. Tinggi air terjun bertingkat-tingkat. Kira-kira sebanyak 5 tingkat.

Kepala Desa Namu, Yuddin mengatakan, air terjun Namu mirip dengan air terjun Moramo. Sayangnya hanya akses jalan untuk menuju air terjun saja yang memang belum memadai. Pengunjung yang biasa mendaki ke atas harus melintasi jalan yang masih berilalang dan penuh dengan bebatuan. “Sebenarnya, keindahannya tak kalah dengan Moramo. Hanya aksesnya saja yang masih sulit,” kata Yuddin.

Yuddin menambahkan, mata air di air terjun tersebut digunakan warga sebagai sumber air minum. “Warga mengambil air minum di mata air terjunnya. Disambungkan pipa untuk sampai ke bawah,” jelasnya. Di dasar air terjun merupakan batu. Batu kerikil kecil yang lembut jika terinjak kaki. Air terjun menjulang ketas dengan ketinggian sekitar 8 meter. Pada batu besar tempat menetes air, itu terlihat licin. Namun jika terinjak polesannya kasar. Meski belum terawat dengan baik, namun air terjun ini terlihat sangat alami. Pemkab Konsel informasinya juga menggagas air terjun ini menjadi salah satu destinasi wisata.

Bupati Konsel, Surunuddin Dangga memang sedang menggenjot pembangunan sarana dan prasaran pariwisata di Desa Namu. Malah, dia sudah menyiapkan anggaran dalam APBD sebesar Rp 900 juta untuk membuka akses jalan darat menuju tempat wisata tersebut. (*/b)

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.





Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top