Manager PLN Kendari : Tarif Listrik Tidak Naik, Kalau Pencabutan Subsidi Memang Ada – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Metro Kendari

Manager PLN Kendari : Tarif Listrik Tidak Naik, Kalau Pencabutan Subsidi Memang Ada

kendaripos.fajar.co.id — Manajemen Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Kendari menepis isu kenaikan tarif dasar listrik (TDL). Tak ada kaitan antara Peraturan Menteri ESDM Nomor 28 tahun 2016 terkait pencabutan subsidi listrik dengan naiknya tarif listrik. Peraturan menteri tersebut pun dinilai tepat karena akan lebih mengefisienkan subsidi pemerintah ke PLN agar lebih tepat sasaran.

Manager PLN area Kendari, Eryan Saputra menepis soal kenaikan TDL. Pihaknya pun berharap TDL dapat diturunkan pada akhir tahun mendatang. “Tidak benar soal kenaikan TDL itu. Tapi kalau pencabutan subsidi memang benar dilakukan. Kita justru berharap TDL akan turun,” ujar Eryan kepada Kendari Pos.

Eryan mengungkapkan bahwa pencabutan subsidi listrik listrik tersebut juga hanya ditujukan pada masyarakat yang menggunakan listrik dengan daya 900 watt. “Sementara untuk masyarakat pengguna golongan 450 watt tidak mengalami perubahan,” tuturnya.

Selain itu, pemerintah tidak melakukan pencabutan subsidi listrik dengan asal-asalan. Melalui tim nasional percepatan penanggulangan kemiskinan (TNP2K) masyarakat dinilai layak untuk mendapatkan subsidi atau tidak. “TNP2K akan melakukan survei terhadap seluruh masyarakat yang menggunakan jaringan listrik PLN golongan 900 watt. Jika dinilai pantas untuk mendapatkan subsidi maka beban biaya yang harus dibayar tetap. Namun jika dinilai tidak layak maka peraturan Menteri ESDM nomor 28 tahun 2016 tentang penyesuaian subsidi itu akan berlaku,” katanya.

Survei itu sudah dilakukan sejak tahun 2015. Eryan pun yakin, subsidi pemerintah untuk PLN pun akan tepat sasaran. “Terkadang masih banyak kita temui di lapangan rumah warga tidak sesuai dengan tampilannya. Didalamnya justru terdapat perabotan mewah. Subsidi ke PLN dari pemerintah itu tak sedikit. Akan jauh lebih bermanfaat jika subsidi yang tidak tepat tersebut dialihkan untuk pembangunan lainnya,” ungkapnya.

Berdasarkan survei yang dilakukan TNP2K di Sultra khususnya Kota Kendari, sebanyak 36.525 warga pengguna daya 900 watt tetap mendapatkan subsidi. Sedangkan 88.775 masyarakat pengguna daya 900 watt itu ditetapkan sebagai golongan nonsubsidi. “Semua itu guna menyukseskan percepatan penanggulangan kemiskinan. Kalau memang sudah dianggap mampu itu akan kita masukan dalam golongan rumah tangga mampu (RTM),” tukas Eryan.

Terkait dengan pelayanan pun, Eryan memastikan PLN akan berusaha memberikan kepada masyarakat pelayanan prima. “Untuk beberapa waktu ini cuaca sedang buruk. Sehingga, beberapa tiang kita roboh. Kita tetap berusaha untuk memberikan pelayanan terbaik. Prinsipnya kita tidak mengalami kekurangan pasokan listrik. Justru, setiap harinya Sultra khususnya Kendari mengalami surplus sebesar 8 mega watt,” pungkasnya. (yog/c)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top