Dugaan Penambangan Ilegal, Penyidik Polda Sultra Bidik Dua Tersangka Baru – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Hukum & Kriminal

Dugaan Penambangan Ilegal, Penyidik Polda Sultra Bidik Dua Tersangka Baru

Dolfie Kumaseh

kendaripos.fajar.co.id — Penyidik Subdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Sultra tengah membidik dua calon tersangka dalam dugaan penambangan ilegal yang dilakukan KSU Buton Bersinar. Penyidik kini tengah bekerja ekstra untuk mengumpulkan bukti dugaan keterlibatan dua calon tersangka. Hal itu sesuai petunjuk yang diberikan jaksa peneliti Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra.

Menurut Kasubbid PID Humas Polda Sultra, Kompol Dolfi Kumaseh, tanpa alat bukti yang lengkap dan kuat, penyidik belum bisa menetapkan tersangka. Meskipun itu adalah petunjuk jaksa. Kompol Dolfi mengatakan petunjuk yang diberikan jaksa, masih dianalisa penyidik. Sebab, petunjuk tersebut sangat sulit, sebab belum ada bukti kuat dimiliki penyidik.”Masih kita kumpulkan bukti-bukti,” kata Kompol Dolfi beberapa waktu lalu.

Mantan Kapolsek Moramo itu menambahkan berkas Rustam Zumbura, tersangka yang sudah ditetapkan sebelumnya hingga saat ini memang masih ditangan penyidik. Kompol Dolfi menjelaskan apabila ditemukan bukti, maka penyidik langsung menetapkan tersangka tambahan. Setelah itu berkas akan dikirim kembali ke jaksa peneliti.”Nanti kita lihat. Karena untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka harus punya bukti kuat,” ujar Kompol Dolfi Kumaseh.

Upaya mengumpulkan alat bukti itu, tim penyidik masih meminta keterangan beberapa saksi ahli. Keterangan ahli sebagai petunjuk untuk menentukan peran dan bukti keterlibatan orang-orang dalam perkara dugaan penambangan ilegal. “Pokoknya kami usahakan,” tegas Kompol Dolfi.

Untuk diketahui, sdebelumnya penyidik Subdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Sultra menetapkan Rustam Zumbura atas  kasus dugaan penambangan ilegal oleh Koperasi Serba Usaha (KSU) Buton Bersinar. Rustam dipandang bertanggung jawab dalam kasus ini karena dia dianggap sebagai pemilik KSU Buton Bersinar. Ternyata setelah berkas ini diteliti jaksa, maka patut diduga ada keterlibatan orang lain yang dinilai paling bertanggung jawab penuh namun belum tersentuh hukum. Inilah yang menjadi problem kasus ini tak pernah masuk tahapan pennututan hingga saat ini. (ade/c)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.





Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top