Dua Terdakwa Dugaan Korupsi Dana Hibah KPU Konsel Menangis di Persidangan – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Hukum & Kriminal

Dua Terdakwa Dugaan Korupsi Dana Hibah KPU Konsel Menangis di Persidangan

Salah satu terdakwa korupsi dana hibah KPU Konsel, Yusran menangis saat membacakan pledoi. Foto : Komar/Kendari Pos.

kendaripos.fajar.co.id — Dua terdakwa kasus dugaan Korupsi dana Hibah Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Konawe Selatan (Konsel) Yusran dan Sutiman Rembasa menangis saat membacakan nota pembelaan (Pledoi). Dalam persidangan Senin (3/7) di Pengadilan Negeri (PN) Kelas I Kendari, dengan agenda pembacaan nota pembelaan terhadap tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), kedua terdakwa dalam pembacaan Pledoinya mengaku dijebak dalam kasus tersebut sehingga menyeretnya ke bangku persidangan.

Dalam sidang yang dimpimpin Mejelias Hakim Irmawati Abidin, SH,MH kedua terdakwa didampingi kuasa hukumnya membacakan nota pembelaan atas tuntuttan JPU dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Konsel. Pembacaan nota pembelaan yang dimulai dengan terdakwa Yusran mengatakan dirinya sama sekali tidak ada niat untuk melakukan tindak pidana korupsi. Dirinya menyetujui rental mobil tersebut karena demi menyukseskan pelaksanaan Pemulikada Bupati dan Wakil Bupati Konsel. “Kami mendapatkan predikat terbaik dari KPU pusat, karena kinerja yang kami lakukan dalam pelaksanaan Pilkada Konsel. Bahkan KPU Konsel menjadi salah satu percontohan nasional karena telah sukses melaksanakan Pemilu dengan baik,” tuturnya.

Lanjut Yusran, namun setelah pelaksanaan Pilkada telah selesai dirinya dihadapkan dengan kasus pengadaan mobil rental itu. Dan hal tersebut menurut Komisioner KPU Konsel ini dirinya hanyalah korban orang-orang yang menginginkan sesuatu dengan mengorbankan orang lain. “Saya akui ini kelalaian saya, tidak mempelajari kontrak itu, dan kemudian kelalaian saya dimanfaatkan untuk medapatkan keuntungan,” tutur Yusran yang menangis membacakan Pledoi tersebut.

Sutiman Rembasa yang juga membacakan nota pembelaannya dirinya tak menyangka Sekertaris KPU Konsel, Suparjo yang dianggap orang tua oleh terdakwa tega menjebak dirinya dalam kasus tersebut. Karena menurut Sutiman penandatanganan kontrak yang dilakukan tersebut atas rekomendasi sekretaris.

“Kontrak itu saya tanda tangan karena atas perintah Suparjo dan karena saya sudah anggap orang tua karena senior kami jadi tanpa pikir panjang saya tanda tangan. Namun ternyata balasannya seperti ini, orang yang kami anggap sebagai senior ternyata menjerumuskan kami,” ucap sutiman sambil mengeluarkan air mata.

Usai mendengarkan pembacaan nota pembelaan terdakwa dan kuasa hukumnya, Majelis Hakim kemudian mengambil alih jalannya persidangan. Kemudian majelis memberikan waktu kepada JPU untuk memberikan duplik atau tanggapan atas pledoi yang dibacakan oleh kedua terdakwa hingga Rabu (5/7) nanti. “Minggu depan kasus ini akan vonis, jadi kami berikan waktu lusa untuk duplik agar bisa selesai sesuai waktu yang kami tentunkan,” tutur Hakim ketua sambil menutup persidangan. (kmr)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.





Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top