Luar Biasa, Siswa SMA Ini Kirim Tempe ke Luar Angkasa – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Edukasi

Luar Biasa, Siswa SMA Ini Kirim Tempe ke Luar Angkasa

Stanley Siagian (tengah) bersama Ronaldo Simatupang (kanan) dan Ruth Hutagalung menunjukkan prototipe microlab biji kedelai. (Taufiqurrahman/Jawa Pos/JawaPos.com)

KENDARIPOS. CO. ID — Kotak berisi microlab dan lima biji kedelai karya anak-anak SMA Unggul Del telah meluncur bersama roket Falcon 9 milik NASA pada 4 Juni lalu. Proyek siswa SMA pinggiran Danau Toba itu adalah bagian dari upaya umat manusia untuk mengembangkan kehidupan di luar bumi.

Wajah Matthew Adrian Silalahi dan sembilan anggota timnya semringah. Foto pertama dari microlab milikmereka telah dikirim dari International Space Station (ISS). Dalam foto tersebut, lima biji kedelai dan keseluruhan microlab berhasil sampai di luar angkasa tanpa tergores.

Dengan bangga dia menceritakan ISS project tahap kedua di aula SMA Unggul Del, Desa Sitoluama, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, Jumat lalu (16/6). ”Microlab milik kami lulus semua persyaratan laik terbang dari NASA,” katanya.

Riset mereka bertujuan menguji kemungkinan manusia memproduksi dan menyimpan makanan dalam kondisi gravitasi rendah (microgravity). Karena ingin menunjukkan identitas Indonesia, dipilihlah tempe. Tapi, tempe tidak langsung jadi. Harus ada ragi, harus ada fermentasi. Nah, microlab itubertugas mengangkut spesimen kedelai dan melakukan fermentasi di luar angkasa

Microlab dibungkus dalam kontainer kecil yang berukuran 12,5 cm x 4,7 cm. Hanya sedikit lebih besar daripada penghapus papan tulis. Di dalamnya ada dua komponen utama. Yakni chamber alias ruangan tempat kedelai difermentasi. Yang kedua adalah lab mikro yang bertugas untuk memulai, menjalankan, merekam, mengumpulkan data, serta menghentikan proses fermentasi.

Chamber berbentuk tabung tembus pandang. Terhubung dengan beberapa slang yang berisi 10 mililiter air dengan dilengkapi sebuah pompa kecil seukuran ibu jari orang dewasa. Eka Trisno Samosir, mentor tim, menjelaskan, begitu sampai di ISS, pompa mulai menyemprotkan air ke dalam tabung yang berisi kedelai. ”Sebelumnya, ragi sudah dipasang di biji kedelai,” katanya.

Proses fermentasi pun dimulai saat air, ragi, dan biji kedelai tercampur. Para ”penghuni” lab mikro yang terdiri atas master controller (MC), termometer, printed circuit board (PCB), kamera, dan lampu LED kecil menjalankan tugas layaknya sekelompok manusia di dalam lab.

1 of 2

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.





Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top