Idul Fitri, Khutbah Gubernur Nur Alam Bikin Merinding – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
UHO Cup Iklan Iklan 10 Iklan 23
HEADLINE NEWS

Idul Fitri, Khutbah Gubernur Nur Alam Bikin Merinding

Gubernur Nur Alam saat menyampaikan khutbah Idul Fitri di Masjid Al Alam, Minggu (25/6/2016).

kendaripos.fajar.co.id,KENDARI—-Salat Idul Fitri 1438 Hijriyah, Minggu (25/6/2017) menjadi histori tersendiri dalam perjalanan kepemimpinan Gubernur Sultra, H Nur Alam dan wakilnya, H Saleh Lasata. Bukan saja karena tempat pelaksanaannya di Masjid Al Alam, masjid monumental yang baru pertama kali digunakan, tetapi juga sekaligus terakhir digunakan dalam momentum Idul Fitri dalam kepempinan Nur Alam-Saleh Lasata yang sudah memasuki tahun kesepuluh atau tahun terakhir dalam masa jabatan keduanya.

Antusiasme warga kota untuk salat di masjid yang merupakan salah satu icon Sultra itu begitu besar. Lantai dasar masjid dipenuhi kaum muslimin dan muslimat. Bahkan, banyak jamaah yang harus salat di lantai dua. Para petinggi di daerah ini juga tak ketinggalan  momentum untuk salat di masjid yang di bangun di tengah laut. Gubernur Nur Alam, Wakil Gubernur Saleh Lasata, Ketua DPRD Sultra, Abdurahman Saleh, Kapolda Brigjen Andap Budi R, Danrem 143 Halu Oleo, Kabinda Sultra, Brigjen Andi Sumanangeruka,  Anggota DPR RI, Hj Tina Nur Alam, dan Ali Mazi, mantan gubernur Sultra, dll. Untuk diketahui, baru dua masjid di dunia yang benar-benar dibangun di tengah laut. Pertama, Masjid H Ali Dargah di India dan kedua Masjid Al Alam di Kendari. Hebatnya, kalau Masjid Ali Dargah dibangun di pulau yang ada di tengah laut, maka Masjid Al Alam terpancang di atas permukaan laut.

BACA JUGA :  Jamaah Idul Fitri Sudah Memadati Masjid Al Alam Teluk Kendari

Momentum salat itu pun menjadi begitu menarik, karena Gubernur Nur Alam tampil langsung membawakan khutbah Idul Fitri 1438 Hijriyah. Pada kesempatan itu gubernur tak hanya menguraikan hakekat pelaksanaan puasa ramadhan dan perayaan Idul Fitri dalam meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT dan dalam mengarungi kehidupan sebagai pemimpin di muka bumi, tetapi juga menjelaskan perjalan waktu yang membawanya di penghujung periode kepemimpinan. Khutbah itu membuat jamaah merindind dan terharu mendengarnya, karena sarat pesan moral keagamaan dan suara hati orang nomor satu di Sultra tersebut.

Jamaah salat idul fitri yang memadati masjid yang dibangun di tengah laut.

Bagi Nur Alam ternyata waktu sepuluh tahun begitu singkat dan tak cukup untuk dapat mengubah dan mewujudkan sejumlah impian, ide, gagasan, dan program yang dalam pikiran dan cita-cita mewujudkan Sultra lebih maju dan sejahtera.

BACA JUGA :  Tinjau Banjir, Gubernur Perintahkan Normalisasi Kali Lepolepo

Dalam sepuluh tahun membangun Sultra, ungkap Nur Alam, telah banyak hasil-hasil pembangunan yang telah dapat dinikmati dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ribuan kilometer jalan dan jembatan telah dibangun, peningkatan derajat pendidikan, kesehatan, dan pembangunan hingga ke desa dilakukan. Kesejahteraan pegawai melalui pemberian tunjangan perbaikan penghasilan (TPP) dilakukan. Pembangunan rumah sakit Bahteramas dan sejumlah sarana prasarana lainnya, dimana tiga diantaranya menjadi icon utama sebagai Three In Centre Point yakni, tugu persatuan atau tugu religi, jembatan Bahreramas yang melintasi Teluk Kendari, dan Masjid Al Alam.

Tugu persatuan atau tugu religi menjadi simbol persatuan dan kekuatan religiusitad masyarakat lintas agama. Jembatan Bahteramas yang melintasi Teluk Kendari sebagai simbol kemajuan dan kesejahteraan. Masjid Al Alam sebagai simbol keimanan dan metakwaan serta perlambang keagungan peradaban umat muslim Sultra.

“Terkait pemberian nama Al Alam berasal dari bahasa Arab yang berarti alam, mengambarkan bangunan masjid yang hendak memadukan antara keindahan arsitektur dengan keindahan panorama alam sekitarnya yang ide dasarnya dilukiskan laksana surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai,” kata  Nur Alam dalam khutbahnya.

BACA JUGA :  Masjid Al Alam Dipoles, Siap Gelar Salat Idul Fitri 1438 H

Seiring pembangunan infrastruktur  fisik yang gencar dilakukan di segala bidang, lanjut Nur Alam, hal yang tak kalah pentingnya, yaknu pembangunan non fisik yang berdimensi spiritual seperti pendirian ma’had-ma’had pembinaan Al Quran. “Jika di masa sebelumnya pada setiap even MTQ/STQ kita selalu mendatangkan peserta dari luar provinsi, maka sejak tiga tahun terakhir Sultra telah menjadi daerah pemasok peserta MTQ/STQ ke beberapa provinsi di luar Sultra,” kata Nur Alam.

Yang terkini, pemerintahan Nur Alam menggencarkan program Sultra beribadah yang berisi lima point ajakan gubernur bagi pegawai ASN lingkup Pemprov, yakni ajakan salat subuh dan jumat berjamaah, ajakan penunaian zakat, infaq dan shadaqah, ajakan puasa sunat senin dan kamis, dan ajakan silaturahim bergiliran di kediaman para kepala SKPD.

“Semoga di sisa jelang masa bakti kami sebagai gubernur, kami masih senantiasa dianugrahi kekuatan untuk berupaya mencoba menuntaskan terhadap hal-hal yang masih memerlukan penyelesaian. Jika sekiranya masih ada yang belum terselesaikan dan saya yakin ada saja sesuatu yang memerlukan keberlanjutan pembangunan, walaupun sesungguhnya saya tidak akan pernah berhenti bekerja, mengabdi dan berkarya untuk Sultra. Bahkan, sekalipun saya tahu besok dunia akan kiamat, jika masih ada benih pohon yang tersisah di tangan saya, maka saya tetap akan menanamnya,” kata Nur Alam. (Sawal)

 

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top