Bandar Sabu Asal Muna Diancam Penjara Seumur Hidup – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Hukum & Kriminal

Bandar Sabu Asal Muna Diancam Penjara Seumur Hidup

Ilustrasi

kendaripos.fajar.co.id — Menghabiskan hari-hari seumur hidup di dalam penjara adalah sesuatu yang paling mengerikan. Itu sudah dirasakan mereka yang terjerat kasus pembunuhan dan kini sedang menjalani hukuman di Lapas Kendari. Dan bayang-bayang itu juga sedang dihadapi seorang bandar narkotik yang diduga menguasai peredaran Sabu-sabu di Muna, bernama Yance.

Ia dibekuk dua bulan silam. Pemeriksaan terhadap Yance sudah tuntas dan berkasnya pun dianggap lengkap. Penyidik Ditresnarkoba Polda Sultra berhasil menuntaskan berkas sang bandar, dan itu juga dilegitimasi oleh jaksa peneliti Kejati Sultra.  Berdasarkan koordinasi antara jaksa dan penyidik, Yance dianggap layak diganjar pasal 114 ayat 2 Jo Pasal 132 Ayat 1 UU nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan hukuman penjara seumur hidup.

Direktur Ditresnarkoba Polda Sultra, Kombes Pol Sumarto menyebutkan, Yance diancam dengan pidana seumur hidup . Itu diterapkan jaksa, setelah hasil kordinasi dengan penyidik. Penerapan ancaman pidana seumur hidup itu dengan mempertimbangkan residivis dan besaran barang bukti yang diamankan polisi saat penangkapan.

Menurut Sumarto, setelah lengkap (P21) berkas Yance, maka selanjutnya penyidik akan mengirim Yance kepada Jaksa pekan ini. Perlimpahan tersangka dan barang bukti. “Sudah P21 berkasnya. Tahap II pekan ini, dan selesai,”kata Sumarto pada Jumat pekan lalu (19/6). Nah, pada kasus Yance, Sumarto mengatakan terus akan melakukan pengembangan.

Sejauh ini, timnya selalu melakukan kordinasi dengan jajaran Polres Muna. Sebab, beberapa anak buah Yance diketahui masih berada di Muna. Seperti apa pengembangannya, maka akan selalu meminta pihak Polres untuk melakukan pemantauan kepada anak buah Yance.  Seperti diketahui, kejahatan Narkoba adalah kejahatan luar biasa. Biasanya mereka tidak pernah berhenti. Walaupun bosnya ditangkap tidak menutup kemungkinan, anak buahnya masih bekerja. “Makanya soal, narkoba kami tidak pernah main-main,”tegas pria berkaca mata  ini

Untuk diketahui Yance ditangkap oleh aparat Direktorat Narkoba Polda Sultra, di Raha, Minggu 4 April 2017. Yance ditangkap setelah seorang kurirnya yang menyelundupkan narkoba seberat 146,5 gram lebih dahulu ditangkap di Pelabuhan Nusantara Kendari pada 2 April. Dia dibekuk tepatnya di rumah kontrakannya  di Jalan Kartika Kelurahan Laiworu Kecamatan Batalaiworu.

Pria ini merupakan bandar terbesar di Muna yang sangat licin. Status itu diklaim pada Yance karena dia merupakan residivis. Yance sudah tiga kali berhadap dengan polisi pada kasus yang sama. Hanya saja saat tahun 2016 ditangkap, dia bebas, karena masa tahanannya habis. Itupula akibat dari dua oknum penyidik reserse Narkoba Polres Kendari yang memalsukan surat P21 dari Kejaksaan Negeri Kendari. Saat ini proses hukum Yance di Polres Kendari masih berproses. (ade)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top