Oolala…. Oknum Aparat Dituding Kawal Pencurian Material Emas – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Hukum & Kriminal

Oolala…. Oknum Aparat Dituding Kawal Pencurian Material Emas

kendaripos.fajar.co.id KENDARI– Direktur PT Bumi Mandiri Makmur (BMM), H. Nursam gerah mendapati material emas di lahannya kerap hilang. Nursam makin gemas ketika tahu material miliknya hilang di curi dan di kawal oknum yang diduga anggota Brimob.

Setelah memastikan pelakunya, H. Nursam lalu melapor di Polsek Rarowatu, Polres Bombana dengan nomor LP/09/VI/2017/Sultra/Res Bombana/ Sek Rarowatu, tentang pencurian material tambang emas dan perusakan base camp dimana menurut pelapor salah satu pelakunya adalah oknum anggota Brimob bernama Brigadir A.

Dimana oknum yang diduga Brimob tersebut berperan sebagai pengawal pencurian material tambang milik korban.
Mendapatkan laporan tersebut pihak Polsek bersama pelapor, Sabtu (17/6) lalu bergerak cepat dan melakukan penggerebekan pencurian meterial tambang emas itu. Namun sayangnya, para penambang yang berjumlah 20 orang lebih beserta oknum Brimob tersebut langsung melarikan diri saat personel Polsek Rarowatu dan pemilik lahan melakukan penggerebekan.

Daeng Andi Basri (68) pengawas atau penjaga lokasi milik H.Nursam mengatakan para penambang ilegal itu melarikan diri dengan membawa alat-alat mendulang saat digerebek polisi di lokasi PT BMM. “Itu Brimob yang berteriak, dia bilang bubar semua, ada polisi dengan pemilik tanah datang. Bubar semua. Jadi lari mi semua itu penambang sambil bawa alat-alatnya tapi masih ada yang mereka lupa di lokasi,” turut Daeng Andi Basri saat ditemui di lokasi penambangan.

H. Nursam yang juga ditemui koran ini menjelaskan aktivitas pencurian material emas di lokasinya di Desa Tahite, Kecamatan Rarowatu oleh para pelaku telah berjalan sekira 20 hari. Dimana kerugian akibat penambangan tersebut mencapai Rp 100 jutaan, karena selain mencuri material emas, pelaku juga merusak base camp milik PT BMM. “Dari laporan anggota saya yang menjaga dilokasi, saat anggota saya melarang namun tidak ada yang mau dengar. Malahan para penambang bilang ini, mereka disuruh sama itu oknum anggota Brimob kerja, jadi mereka kerja mi,” ujar H. Nursam.

Informasi yang diperoleh H. Nursam Pemilik dari penjaga lokasinya, bahwa oknum Brigadir A tersebut bekerja sama dengan penambang lain bernama H. Hado, kemudian menyuruh para penambang untuk melakukan aktifitas di lokasi milik PT BMM. H. Nursam berharap Polsek Rarowatu menindak tegas pencurian dan perusakan base camp yang dilaporkan. “Mudah-mudahan laporan saya bila di proses agar berefek jera para pelaku, apalagi keterlibatan oknum Brimob itu yang sangat meresahkan kami,” paparnya.

Kapolsek Rarowatu, Iptu Silfanus Holo membenarkan laporan tersebut, dan jajarannya sedang menyelidiki laporan H. Nursam itu. Kapolsek Iptu Silfanus Holo juga membenarkan bahwa Brigadir A adalah oknum Brimob, namun dia tidak begitu mengenal oknum Brimob tersebut, bahkan tidak pernah bertemu dengan Brigadir A.

“Barang bukti sudah kami amankan, pelakunya masih dalam lidik. Laporan ini akan kembangkan namun tentunya ada proses yang harus kami lakukan. Untuk oknum Brimob itu kalau memang dia terbukti terlibat kami punya divisi khusus untuk menanganinya yaitu Propam atau institusinya tersebut sendiri Brimob yang menindak,” ujar Iptu Silfanus Holo di ruang kerjanya. (kmr/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.





Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top