Ketua DPRD Sultra : Program di APBD-P 2017 Harus Tepat Sasaran – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Sulawesi Tenggara

Ketua DPRD Sultra : Program di APBD-P 2017 Harus Tepat Sasaran

Ketua DPRD Sultra, H. Abdurrahman Shaleh saat memimpin rapat.

kendaripos.fajar.co.id — Juli hingga Agustus 2017 nanti, adalah salah satu masa-masa sibuk bagi anggota DPRD Sultra. Di saat itu, draft Anggaran Pembangunan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2017 akan diajukan Pemprov Sultra untuk dibahas. Bila mulus, maka hanya butuh waktu sebulan untuk selanjutnya ditetapkan jadi Perda. APBD P inilah yang akan jadi dokumen daerah untuk mengongkosi berbagai program pemerintah.

Nah, jauh-jauh hari, DPRD Sultra sudah memperingatkan tim anggaran Pemprov Sultra agar tidak ada penambahan kegiatan, diluar yang sudah disusun di APBD induk 2017, kecuali sifatnya mendesak dan harus dituntaskan segera. “Tapi yang terpenting, kita akan evalusasi dulu serapan anggaran agar betul-betul tercapai,” kata Ketua DPRD Sultra, Abdurrahman Shaleh, kepada Kendari Pos.

Abdurrahman mengungkapkan bahwa pihaknya ingin program-program yang akan dibahas dalam APBD-P nantinya dapat efisien, tepat sasaran dan berkesinambungan dengan program pembangunan Sultra. “Kita ingin program-program yang telah ada dalam APBD induk dapat dimaksimalkan. Dalam pembahasan nantinya juga kita berharap program-program dapat tepat sasaran sehingga pengalokasian anggaran daerah itu dapat juga diraasakan langsung oleh masyarakat Sultra,” katanya, saat ditemui di ruangnnya.

Legislator asal PAN ini juga menegaskan bahwa tidak akan ada penambahan kegiatan kecuali bersifat darurat. “Saya mencontohkan bahwa kegiatan yang bersifat darurat itu adalah bencana banjir yang kita alami beberapa waktu lalu. Apa yang terjadi itu adalah tanggung jawab kita semua. Hal-hal seperti ini kita harus bicarakan bersama. Kemudian, hal lain yang juga mendesak dan harus mendapatkan perhatian adalah sektor pendidikan khususnya SMA dan SMK yang baru dialihkan kewenangannya ke pemerintah Provinsi,” tuturnya.

Untuk sektor pendidikan menurutnya, memang perlu perhatian khususnya. Karena, untuk menciptakan SDM yang baik kualitas pendidikan pun harus terjamin dengan baik. “Pengalihan kewenangan baru diserahkan beberapa waktu lalu. Jadi sektor pendidikan memang harus membutuhkan persiapan, jadi haru agenda seperti ini memang yang harus menjadi perhatian dalam pembahasan APBD-P nantinya. Hal itu agar kualitas pendidikan yang kita miliki menjadi lebih baik,” tuturnya.

Sementara dengan bencana banjir yang terjadi akibat intensitas hujan, politisi segudang pengalaman ini juga menilai merupakan tanggung jawab bersama yang memang harus ditangani segera. “Terkait hal tersebut (banjir) memang butuh sikronisasi antara legilatif dan eksekutif untuk melakukan evaluasi program kerja apa yang urgen dilakukan untuk mengantisipasi bencana tesebut. Harus ada koordinasi litas sektoral baik BNNP, BBPBD, Dinas Sosial, sehingga titik lokasi banjir dapat diidentifikasi dengan baik. Termasuk dengan Dinas Kehutanan terkait dengan reboisasi hutan yang gundul,” katanya.

Sementara disinggung soal penambahan anggaran pada mesjid Al-Alam pada pembahasan APBD-P, Ketua Harian PAN Sultra ini mengatakan mesjid Al-Alam sudah tuntas. “Mesjid saya rasa sudah tidak ada masalah lagi. Dan insya allah Desember nanti sudah rampung,” pungkasnya. (yog)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top