Dishub akan Terapkan One Way Street di Pasar Baru dan Mandonga – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
UHO Cup Iklan Iklan 10 Iklan 23
Metro Kendari

Dishub akan Terapkan One Way Street di Pasar Baru dan Mandonga

Peta One Way Street
– Lalulintas dari arah kota, Wuawua, dan By Pass bisa melalui jalan depan Pasar Sentral Wuawua. Sementara lalulintas dari arah kampus baru dan Anduonohu tidak dibolehkan melalui jalan yang mengarah ke Pasar Sentral Wuawua.
– Lalulintas dari arah kampus UHO atau dari arah Andounuhu yang akan ke Pasar Sentral Wuawua bisa melalui tiga jalan alternatif yakni:
1. Kampus UHO-Jalan Lamuse-Jalan By Pass Lepolepo-Jalan MT Haryono Pasar Sentral Wuawua.
2. Kampus UHO-Jalan HE Mokodompit-Jalan Buburanda hingga Bundaran Tank-Jalan ZA Sugianto (RS Kota Kendari)-Jalan La Ode Hadi By Pass-Jalan MT Haryono Pasar Sentral Wuawua.
3. Jalan HEA Mokodompit-Jalan Orinunggu-Jalan Wayong By Pass (Pembangunan jalan di sekitar jembatan Wanggu belum rampung).
– Lalulintas dari arah Lapulu dan Anduonohu yang akan ke Pasar Sentral Wuawua harus melalui Jalan ZA Sugianto (RS Kota Kendari)-Jalan La Ode Hadi By Pass-Jalan MT Haryono Pasar Sentral Wuawua.
– Di depan Pasar Sentral Wuawua akan dibangun Halte Telalo Lako, tempat angkutan umum menurunkan penumpang.
Sumber : Dishub Sultra

kendaripos.fajar.co.id,KENDARI—Kemacetan pada ruas-ruas jalan tertentu di Kota Kendari kini sudah menjadi pemandangan keseharian. Terutama di Jalan MT Haryono, khususnya di jalur depan Pasar Sentral Wuawua hingga simpang Jalan Mokodompit, Kampus UHO. Demikian juga arah sebaliknya, kemacetan kendaraan juga terjadi dari arah kampus dan Anduonohu yang akan menuju arah pasar baru.

BACA JUGA :  Diisukan Korupsi, Kadishub Sultra Ini Marah Besar

Kepala Dinas Perhubungan Sultra, Dr H Hado Hasina MT mengungkapkan, kemacetan terjadi karena kapasitas jalan dan volume kendaraan sudah tak seimbang. Mengatasi hal itu bisa dilakukan dengan menambah kapasitas jalan atau mengurangi volume kendaraan. Menambah kapasitas jalan salah satunya dengan melebarkan jalan dan mengurangi hambatan samping jalan, sedang mengecilkan volume dilakukan dengan mengalihkan lalu lintas atau melakukan manajemen rekayasa lalulintas.

BACA JUGA :  Menhub Berkunjung, Gubernur Ingatkan Janji Pembenahan Bandara Haluoleo

“Di jalan sekitar Pasar Sentral Wuawua perluasan jalan sudah tak memungkinkan, sehingga perlu dilakukan pola manajemen rekayasa lalu lintas. Salah satu yang harus kita lakukan adalah penerapan strategi jalan satu arah atau One Way Street,” beber Hado Hasina.

Secara detail terkait penerapan One Way Street dimaksud yakni, kendaraan yang melintas di depan pasar hanya dari arah kota, Wuawua atau By Pass, sedang dari arah Lapulu dan Anduonohu yang akan ke pasar Sentral Wuawua harus via jalan Buburanda mengarah ke Jalan La Ode Hadi By Pass hingga ke Jalan MT Haryono (Pasar Sentral Wuawua).

BACA JUGA :  Pemprov Sultra Siapkan Sistem Transportasi Massal Berbasis Jalan

Demikian juga kendaraan dari arah kampus tidak bisa melintas langsung ke depan Pasar Sentral Wuawua tetapi harus memutar via Jalan Lamuse-By Pass Lepolepo-Pasar Sentral Wuawua. Bisa juga dari Jalan HEA Mokodompit-Jalan Orinunggu-Jalan Wayong By Pass, atau melalui Jalan MT Haryono-Bundaran Tank, RS Abunawas Kota Kendari-Jalan La Ode Hadi By Pass lalu-MT Haryono Pasar Baru.

“Dalam waktu dekat kerja sama Dirlantas Polda Sultra dan Dishub Sultra melibatkan Satlantas Polres Kendari dan Dishub Kota Kendari akan secara kolaboratif menguji program ini. Secara permanen program One Way Street diterapkan manakala semua rencana pembangunan prasarana jalan yang menunjang program ini diwujudkan Pemkot dan Pemprov Sultra, semisal terbukanya Jalan Orinunggu ke Jalan Wayong By Pass,” beber Hado.

Terjadinya kemacetan di sejumlah ruas jalan di Kota Kendari ataupun kota lainnya di Sultra, ungkap Hado, akibat tidak diterapkan analisa dampak lalulintas pada kawasan terbangun di perkotaan, khususnya Pasar Sentral Wuawua dan Mandonga, Kota Baubau, dan Kolaka.

“Olehnya, kami mengajak semua pelaku utama di penyelenggaraan transportasi seperti polisi lalulintas, Dishub, Dinas Bina Marga, Organda dan lembaga profesi sepertu Himpunan Pengembang Jalan Indonesia (HPJI), masyarakat transportasi Indonesia untuk mendiskusikan hal ini mencari jalan terbaik dalam mengatasi kemacetan jalan di kawasan kota di daerah ini,” tutur mantan Kadis PU dan Tata Ruang Buton Utara ini. (wal)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top