Zakat Konut Rp 28 Ribu, Bupati : Warga Suka Berjudi dan Miras Jangan Diberikan – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
UHO Cup Iklan Iklan 10 Iklan 23
Konawe Utara

Zakat Konut Rp 28 Ribu, Bupati : Warga Suka Berjudi dan Miras Jangan Diberikan

Bupati Konut Ruksamin bersama wakilnya Rauf saat membahas zakat fitrah. Foto : Helmin/Kendari Pos.

KENDARIPOS. CO. ID — Pemerintah Kabupaten Konawe Utara (Konut) dibawah kepemimpinan Ruksamin-Rauf baru saja menetapkan besaran zakat fitrah. Penetapan zakat dilakukan bersama dengan organisasi islam yang ada di Konut termasuk pimpinan SKPD.

Penetapan zakat yang berlangsung di masjid As-Salam, Wanggudu, dipimpin langsung Bupati, Ruksamin didampingi wakilnya, Rauf. Pemda Konut menetapkan zakat fitrah perjiwa disesuaikan dengan tiga tingkatan.

“Jadi zakat fitrah yang ditetapkan oleh Pemda Konut dibagi dalam tiga klaster (tingkatan). Itu disesuaikan dengan jenis beras yang dikonsumsi masyarakat,” ujar Ruksamin.

Tiga klaster yang dimaksud diantaranya bagi masyarakat yang mengonsumsi beras jenis bulog maka zakat fitrah yang dikeluarkan sebanyak 3,5 liter. Bila dirupiahkan setara dengan Rp 21. 000 perjiwa. Sementara bagi masyarakat yang mengonsumsi beras jenis ciliwung zakatnya Rp 25.000 atau setara 3,5 liter.

“Berbeda dengan warga yang mengonsumsi jenis beras terbaik atau super. Zakatnya Rp 28.000 atau 3,5 liter bila zakatnya dalam bentuk beras. Jadi warga Konut tinggal mengeluarkan zakatnya disesuaikan dengan konsumsi beras dirumah, tinggal memilih,” ujar Ketua DPW PBB Sultra itu.

Bupati Konut Ruksamin(kiri) dan Wakilnya Rauf.

Mantan Ketua DPRD Konut itu menjelaskan bagi amil zakat yang bertugas mengumpulkan zakat dari warga juga mendapatkan zakat sebesar 20 persen dari zakat yang dizakatkan. Sedangkan penerima zakat diberikan zakatnya sebesar 80 persen dari zakat.

Mantan Wabup Konut ini juga memberikan warning bagi pemerintah desa dan amil zakat didalam mendistribusikan zakat dengan melihat warga yang benar-benar berhak menerima zakat fitrah.

“Kalau ada masyarakat dengan kondisi rumahnya yang memprihatinkan. Tapi kerjanya minum pongasi (minuman keras tradisional) dan doyan berjudi. Maka jangan berikan zakat. Karena orang yang hobi judi dan miras masuk kategori mampu. Itu jangan berikan zakat,” warning Ruksamin mengingatkan pada pemerintah desa. (min).

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top