Kemenangan Resmi Tafdil-Johan di Pilkada Bombana Tunggu Putusan MK – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Politik

Kemenangan Resmi Tafdil-Johan di Pilkada Bombana Tunggu Putusan MK

kendaripos.fajar.co.id — Ketegangan masyarakat Bombana selama berbulan-bulan menanti siapa yang bakal menjadi kepala daerah mereka yang resmi akhirnya mereda. H Tafdil-Johan Salim kini tinggal menunggu Mahkamah Konstitusi (MK) mengesahkan kemenangan mereka di Pilkada Bombana, setelah gelaran PSU yang diperintahkan tunai dilaksanakan KPU. Seperti yang sudah diketahui, hasilnya, Tafdil unggul dari rivalnya, Kasra J Munara-Man Arfa (Berkah).

Pleno rekapitulasi perolehan suara hasil PSU memang sudah tuntas digelar semalam (8/6), dengan hasil yang sama persis dengan perolehan suara dari semua TPS yang menggelar PSU. Pasangan nomor 1, Kasra-Man Arfah hanya meraih 793 suara, sedangkan Tafdil-Johan leading dengan 980 suara. “Kami hanya merekap, soal pemenang Pilkada nanti MK yang putuskan,” kata Ketua KPU Bombana, Arisman tadi malam usai pleno.

Menurut Arisman, KPU hanya bertugas menjalankan perintah MK yakni menggelar PSU dan itu sudah dilaksanakan 7 Juni lalu. Kalaupun nanti ada pleno di tingkat kabupaten, pihaknya hanya akan melegitimasi hasil pleno PPK. “Hasilnya kemudian kami serahkan ke MK. Nanti MK yang memutuskan siapa pemenang Pilkada,” ungkap pengganti Batmang ini.

Untuk diketahui, kemarin atau sehari pasca Pemungutan Suara Ulang (PSU) digelar, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) ditujuh Tempat Pemungutan Suara (TPS) langsung menggelar pleno. Hasilnya, pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati, H Tafdil-Johan Salim makin memperkokoh kemenangannya. Pasangan calon Bupati incumbent unggul di enam TPS (minus Lamoare) dengan meraih 980 suara. Sementara rivalnya, H Kasra-Man Arfa hanya meraih 793 suara.

Rapat pleno PPK di empat kecamatan PSU ini digelar mulai pagi hingga tadi malam. Pleno tingkat PPK ini berbeda dengan pleno pilkada 15 Februari lalu. Jika Pilkada pertama pleno tingkat PPK di gelar di masing-masing Kecamatan, maka pleno PPK hasil PSU Rabu (7/6) lalu tidak lagi digelar di empat Kecamatan PSU, tapi di laksanakan di ruang media center KPU Bombana.

Pleno PPK diawali di TPS 1 Hukae, Kecamatan Rarowatu Utara. Pleno diawali dengan pembacaan hasil perolehan suara oleh ketua PPK Rarowatu Utara. Di TPS ini, pasangan nomor urut 1 mendapatkan 129 suara, sementara pasangan nomor urut 2 meraih 157 suara. Setelah PPK Rarowatu Utara, giliran PPK Lantari Jaya. Hasilnya, di TPS 2 Lantari, pasangan nomor urut 1, meraih 136 suara dan nomor urut 2 mendapatkan 160 suara.

Pleno rekapitulasi suara di kedua PPK ini berjalan mulus dan cepat. Kondisi seperti ini berbeda dengan pleno PPK di TPS 1 Tahi Ite, Kecamatan Rarowatu. Saat pleno digelar, saksi pasangan calon nomor urut 1 bernama Adius, terlibat perdebatan dengan PPK setempat. Adius mempersoalkan dua pemilih di TPS itu bernama Estepanus dan Julius tidak diberi formulir C6. Padahal keduanya terdaftar dalam DPT dan menyalurkan hak pilihnya 15 Februari lalu.

Namun protes saksi pasangan calon 1 itu dijelaskan ketua PPK Rarowatu, Harman. Dia beralasan bahwa tidak diberikannya formulir C6 kepada kedua pemilih itu disebabkan karena mereka sudah memiliki KTP diluar Bombana. “Ini ditemukan saat validasi DPT sebelum PSU digelar,” kata Harman. Alasan ini tetap tidak diterima Adius, dan dia menyatakan menolak hertanda tangan dalam rapat pleno PPK. Meski demikian pleno tetap dilanjutkan, dimana pasangan nomor urut 1 meraih 73 suara dan pasangan nomor urut 3 meraih 83 suara.

Rapat pleno di tiga PPK ini berakhir sesudah Zuhur kemarin. Sejatinya, pleno dilanjutkan dengan rekapitulasi PPK Poleang Tenggara. Namun sampai pukul 17.00 wita, jumlah PPK Poleang Tenggara belum korum hingga pleno baru dimulai pukul 17.30 wita. Pleno PPK Poleang Tenggara berakhir pukul 20.00 wita. Hasilnya, perolehan suara kedua pasangan calon di tiga TPS yang menyelenggarakan PSU, sama persis dengan perolehan suara di tingkat KPPS.
Namun demikian, rapat pleno di PPK Poleang Tenggara ini harus di skorsing sambil menunggu hasil PSU susulan di TPS 1 Lamoare.

Ketua KPU Bombana Arisman mengatakan, pleno hasil PSU di tingkat PPK memang belum dituntaskan hingga tadi malam. Hal ini disebabkan satu TPS di Kecamatan Poleang Tenggara belum melaksanakan PSU. Namun begitu, Arisman menjamin jika seluruh tahapan PSU di tujuh TPS itu, tuntas sebelum 13 Juni mendatang. “Sebelum batas waktu yang diberikan MK itu (13 Juni), kami juga sudah menggelar pleno di tingkat Kabupaten,” katanya. (nur)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top