Cegah Pungli, Bupati Konawe Awasi Pencairan DD – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Konawe

Cegah Pungli, Bupati Konawe Awasi Pencairan DD

ILUSTRASI

kendaripos.fajar.co.id — Proses pencairan Dana Desa (DD) dianggap sebagai salah satu potensi terjadinya praktik pungutan liar (Pungli). Untuk memastikan tidak ada tindakan seperti itu, pada pencairan DD tahap pertama tahun 2017 ini, Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa (KSK) memantau langsung penyerahan DD sebesar Rp 400 juta pada setiap kepala desa (Kades) di Kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Kamis (8/6).

Konawe-1 itu mengungkapkan, berbeda dari tahun sebelumnya, proses pencairan DD kali ini para Kades langsung menerima secara tunai, tidak melalui transfer rekening. “Kita pantau supaya tidak ada lagi yang bilang ada Pungli dana desa. Nah, kita kasih cash supaya proses pencairan DD ini lebih dianggap transparan,” terangnya, kemarin.

Mantan Ketua DPRD Konawe tersebut juga mengimbau para kepala desa yang telah menerima DD, supaya segera menyosialisasikan penggunaan anggarannya kepada masyarakat. Sedangkan yang belum menerima, diharapkan segera melengkapi administrasi Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) tahun lalu, supaya secepatnya melakukan proses pencairan.

“Ya, ini saya dengar masih ada beberapa desa yang perlu melakukan perbaikan LPJ. Padahal saya sudah instruksikan untuk melengkapi berkas penggunaan keuangannya. Selain itu, Kadis bersama aparaturnya juga diminta untuk mawas diri dalam menggunakan kucuran dana APBN ini. Soalnya sekarang ini sangat ketat dan diawasi langsung lembaga audit negara dan penegak hukum,” jelas Kery.

Menurutnya, ia sengaja terlibat langsung dalam proses pencairan DD, karena mendengar ada keluhan atas pemotongan dana sebagai bentuk administrasi pengurusan mengatasnamakan pimpinan. Makanya, ia menepis isu dengan hadir langsung mengawasi. “Saya tidak mau lagi mendengar adanya keluhan para Kades dipersulit saat proses pencairan dana itu,” ungkapnya. Sekadar diketahui, pada 2016 lalu hanya 241 desa definitif yang mendapatkan alokasi anggaran DD. Tahun 2017 ini sudah bertambah 56 desa, sehingga total penerimanya berjumlah 297. (b/hel)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top