Berharap Tak Ada PSU Jilid II, 750 Personil Keamanan Diturunkan – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Politik

Berharap Tak Ada PSU Jilid II, 750 Personil Keamanan Diturunkan

Suasana apel gabungan Polres Bombana. Foto : Dok/ Nuryadi

kendaripos.fajar.co.id — Rencana KPU melaksanakan PSU di tujuh TPS di Bombana juga mendapat pengawalan dari personil keamanan. Pagi kemarin, seluruh personil yang dilibatkan diperiksa kesiapannya dalam upacara gelar pasukan di Polres Bombana. Kapolres Bombana, AKBP Bestari H Harahap usai memimpin gelar pasukan bersama Dandim. 1413 Buton Letkol CZI Sriyanto mengatakan, untuk PSU hari ini, sebanyak 750 personil diturunkan.

Rinciannya, sebanyak 350 personil Bantuan Kendali Operasi dari Brimob, Dalmas Polda Sultra serta Dalmas Polres Konsel, Kolaka dan Konawe, 300 personil dari Polres Bombana serta 100 personil TNI. Mulai kemarin, seluruh personil keamanan itu sudah didistribusi dilokasi PSU di tujuh TPS, enam Desa, empat Kecamatan. “Kami berharap, pelaksanaan PSU hari ini  bisa berjalan aman dan lancar,” katanya.

Pakar Politik UHO, Eka Suaib mengatakan, meski masih memiliki peluang sama, namun, tugas incumbent jauh lebih ringan dibanding penantangnya, pasangan Kasra-Man Arfah. “Berdasarkan riset yang saya lakukan pada PSU di Muna, soliditas tim pemenangan untuk mempengaruhi pemilih menjadi penentu. Di Muna saat sebelum PSU ada masyarakat memilih pasangan A, namun dengan milintasi tim pemenangan tim B untuk mempengaruhi pemilih, sehingga pada saat PSU berhasil meraup suara lebih dibandingkan sebelum PSU,” kata Eka saat dihubungi via selulernya, kemarin (6/6).

Namun, kata Eka ada perbedaan tumpuan kerja pada tim pemenangan pasangan kepala daerah di Bombana. Paska putusan MK untuk melakukan PSU, maka total suara Paslon Tafdil-Johan dikurangi 1.009 suara dan Paslon Kasra-Man Arfah dikurangi 1.021 suara. Akhirnya, masing-masing sisa suara dikantongi keduanya, yaitu 38.718 suara dan 39.972 suara. Dengan demikian selisih suara keduanya sebanyak 1.254 suara.

“Jadi ini tergantung tim masing-masing. Tapi energi yang harus dikeluarkan oleh tim Paslon Kasra-Man Arfa harus lebih besar. Sedangkan Paslon Tafdil-Johan tergolong diatas angin, karena posisi mereka yang masih unggul dibanding Paslon satunya,” ungkapnya.

Jika tima Paslon Kasra-Man Arfa dapat mengkapitalisasi suara secara maksimal, maka mereka dapat memenangkan PSU Pilkada Bombana tahun 2017. “Jika memang sudah maksimal kedua tim mengambil hati masyarakat maka tinggal menungu hasilnya saja,” katanya.

Pengamat Politik Najib Husain lebih mengharapkan PSU yang terjadi di Muna tidak kembali lagi terjadi di Pilkada Bombana. Pasalnya, dengan keadaan PSU yang berlarut maka semakin besar juga kerugian yang akan dialami daerah tersebut. “Kerugian sangat besar, setiap tim Paslon harus menjaga untuk menghindari gesekan. Untuk pihak penyelenggara Pemilu dan pihak kemanan tidak ikut campur dengan memihak kepada salah satu pasangan calon,” kata Najib.

Namun, disinggung soal pembacaan situasi politik di Bombana menghadapi PSU, Najib mengungkapkan bahwa PSU adalah keuntungan untuk incumbent. “Peluang akan lebih besar incumbent. Namun, apapun bisa terjadi. Pasalnya dinamika PSU Bombana dan Muna tidak jauh berbeda, dinamika yang terjadi di Bombana saat ini sangat keras. Apalagi penundaan PSU yang kerab terjadi ini pasti akan memberikan sedikit banyak dampak terhadap psikologis pasangan calon, tim pasangan calon dan masyarakat khususnya,” tuturnya.

Dengan ditundanya pelaksanaan PSU dari jadwal yang sebelumnya telah ditentukan, Najib berharap tidak mengganggu partisipasi pemilih di 7 TPS yang melaksanakan PSU. “Kita harap partisipasi pemilih tetap tinggi. Untuk siapapun yang menang itu kita lihat saja, karena proses meyakinkan masyarakat sudah dilakukan oleh tim Paslon,” pungkasnya. (b/yog/nur)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top