Mengharukan ! Sedih dan Bangga Nur Alam Melihat Sultra 10 Tahun Terakhir – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Sulawesi Tenggara

Mengharukan ! Sedih dan Bangga Nur Alam Melihat Sultra 10 Tahun Terakhir

Gubernur Sultra, H. Nur Alam saat menerima tim Kendari Pos yang dipimpin langsung Direktur Utama, Irwan Zainuddin.

kendaripos.fajar.co.id — Nur Alam menceritakan tentang perjalanan religinya beberapa hari ini. Road show yang dikemas dalam bentuk Safari Ramadan ini menyasar wilayah daratan hingga kepulauan. Meski hanya sebentar, namun dirinya bisa melihat betapa beberapa daerah di Sultra mengalami perkembangan signifikan dalam 10 tahun terakhir.

Kendati begitu, mantan Wakil Ketua DPRD Sultra menilai, sebenarnya daerah ini masih bisa lebih maju dan sejahtera, jika saja semua potensi sumber daya alam dikelola dengan maksimal. Terutama di sektor pertambangan, potensinya sangat luar biasa. Hanya sayangnya, kontribusinya selama ini tidak memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat. Sebabnya, eksploitasi hasil bumi tidak sebanding dengan pemasukan di daerah. Keuntungan lebih banyak didapatkan pengusaha atau korporasi.

Bahkan, gubernur Sultra dua periode sempat menitikkan air mata saat berkunjung ke Bombana. Dirinya menyadari tidak bisa lagi menjaga kekayaan alam daerah ini mengingat masa pengabdiannya sebagai kepala daerah akan segera berakhir. Semua keluh kesah itu dituangkan Nur Alam saat berbincang dengan Direktur Utama (Dirut) Kendari Pos, Irwan Zainuddin beserta jajaran di kediaman pribadinya, (5/6/2017). “Kekayaan alam kita dieksploitasi besar-besaran. Namun yang kembali ke daerah sangat minim sekali,” kata Nur Alam.

Dalam sepekan terakhir, pasangan Saleh Lasata ini memang menyambangi beberapa daerah di Sultra. Kunjungan itu dilakukan dalam rangkaian kegiatan safari Ramadan yang sudah menjadi agenda tahunan Nur Alam di setiap bulan suci Ramadan. Dimulai dari Muna Barat, Buton Tengah, Bau-Bau , Kolaka Timur, Kolaka dan hingga ke Bombana Minggu malam, kemarin. Selasa hari ini (6/5), gubernur akan berada ke Wakatobi dalam acara yang sama.

Nur Alam bercerita selama perjalanannya itu banyak rasa yang muncul dibenaknya. Ada sedih sekaligus bangga ketika melihat kemajuan daerah-daerah yang dikunjunginya. “Saya turun dari pesawat di Bandara Sugi Manuru, saya sedih. Karena saya ingat betul 10 tahun lalu daerah itu seperti apa. Sedih karena mungkinkah ada gubernur yang nanti akan sama ihtiarnya membangun,” ungkapnya.

Demikian juga dirasakannya saat melintasi poros Buton – Buton Tengah-Baubau hingga memutari Amolengo. Semua akses itu dikerjakan dimasa kepemimpinannya. “Butur, coba diingat seperti apa 10 tahun lalu dibanding dengan sekarang setelah aksesnya ada, dan pelabuhannya ada,” lanjutnya.

1 of 2

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top