Berkas Polisi dan Wartawan Palsu Pemeras Kades di Konut Tahap I – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
UHO Cup Iklan Iklan 10 Iklan 23
Hukum & Kriminal

Berkas Polisi dan Wartawan Palsu Pemeras Kades di Konut Tahap I

Tiga warga Sulsel yang mengaku sebagai polisi dan wartawan diringkus Polsek Asera setelah dilaporkan melakukan pemerasan kepada Kades. Foto : Helmin/Kendari Pos.

kendaripos.fajar.co.id — Berkas perkara tiga terduga kasus pemerasan kepala desa di Konawe Utara kini telah memasuki babak baru. Pasalnya, penyidik Polsek Asera telah melimpahkan berkas perkara ketiga terduga pemerasan pada jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Unaaha. Dalam aksinya para pelaku mengaku sebagai wartawan dan anggota polisi. Mereka adalah Firdaus, Nazaruddin dan Syamsuddin. Modus pemerasannya mengaudit alokasi dana desa (DD) yang bersumber dari APBN.

“Berkas perkara ketiga terduga kasus pemerasan sudah tahap I. Kita tinggal menunggu petunjuk jaksa terhadap berkas yang sudah kita kirim untuk dilengkapi,”ujar Kompol Muhammad Basir, Kapolsek Asera,kemarin.

Mantan Kasat Intel Polres Konawe itu menjelaskan dalam kasus ini penyidik Polsek Asera telah melakukan pemeriksaan 10 saksi. Diantaranya kepala desa, sekretaris camat, camat, pendamping desa dan pegawai Dinas Perhubungan Konut.

“Berkas perkara akan diteliti jaksa. Jangka waktu pemeriksaan berkas selama 14 hari. Nanti berkasnya akan dilihat apakah ada kekurangan atau tidak. Kalau ada kekurangan maka pasti ada petunjuk. Akan tetapi kalau hasil pemeriksaan berkas tidak ada petunjuk bisa langsung tahap dua,” ujar perwira satu melati dipundak itu

Para terduga kasus pemerasan merupakan warga Sulawesi Selatan yang melakukan aksi pemerasan pada kepala desa di Konut. Diantaranya Kepala Desa Longeo dan mantan Kepala Desa Wawolimbue Kecamatan Asera. Kades Longeo pelaku diperas sebesar Rp 600 ribu. Sedangkan mantan Kepala Desa Wawolimbue sebesar Rp 3,5 juta.

Dalam menjalankan dugaan pemerasan, Naszaruddin mengaku sebagai anggota Polri. Berbekal ID Card lembaga Satuan Radar Bhayangkara Indonesia. Sedangkan dua rekannya, Firdaus dan Samsuddin mengaku sebagai wartawan majalah Fakta Hukum di Makassar, Sulsel. Para pelaku dikenakan pasal 368 dan 369 KUHP juncto 55 dengan ancaman pidana sembilan tahun penjara. (min/c)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top