Mulai Tahun Ajaran Baru, 74 Ribu Sekolah Terapkan K-13 – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Edukasi

Mulai Tahun Ajaran Baru, 74 Ribu Sekolah Terapkan K-13

Dirjen Dikdasmen Kemendikbud Hamid Muhammad.

kendaripos.fajar.co.id — Jumlah sekolah pelaksana Kurikulum 2013 (K-13) terus bertambah. Menyongsong tahun ajaran 2017-2018, Kemendikbud menetapkan 74.559 unit sekolah baru yang melaksanakan K-13. Tantangan besar yang diharapi pemerintah adalah terjaminnya kemampuan guru mengajar dengan basis kurikulum anyar ini.

Sesuai dengan keputusan Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kemendikbud, seluruh sekolah yang baru menjalankan K-13 itu terdiri dari seluruh jenjang. Perinciannya adalah jenjang SD sebanyak 51.654 unit, SMP (13.637 unit), SMA (4.416 unit), dan SMK (4.852 unit).

Provinsi Jawa Timur menjadi salah satu yang terbanyak mendapatkan jatah sekolah pelaksana K-13 tahun ini. Untuk jenjang SD ada 6.939 unit sekolah di Jawa Timur yang menerapkan K-13 mulai tahun ini. Kemudian untuk jenjang SMP ada 1.620 unit, SMA (527 unit), dan SMK (675 unit). Dirjen Dikdasmen Kemendikbud Hamid Muhammad menuturkan, seluruh sekolah yang baru menerapkan K-13 itu tetap menjalankan secara bertahap. ’’Yang menerapkan K-13 di sekolah itu masih untuk kelas 1, 4, 7, dan 10,’’ katanya di Jakarta kemarin. Sementara kelas lainnya tetap belajar menggunakan Kurikulum 2006 (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan/KTSP).

Hamid mengatakan sampai saat sudah ada 17 ribuan unit sekolah yang benar-benar menjalankan K-13 secara utuh untuk semua kelasnya. Dia menuturkan implementasi K-13 secara menyeluruh di seluruh sekolah dan di semua kelas, diharapkan berjalan di 2019 nanti. ’’Kita terus menyiapkan pelatihan guru supaya implementasi K-13 berjalan efektif di kelas,’’ pungkasnya.

Perekayasa Utama Pusat Penelitian Kebijakan (Puslitjak) Kemendikbud Etty Sisdiana mengatakan sejumlah persoalan dalam implementasi K-13. Persoalan itu terkait dengan sistem pelatihan guru berbasis K-13 yang dikejarkan secara berjenjang. Diantaranya adalah instruktur kabupaten/kota (IK) yang belum menunjukkan kinerja terbaik saat memfasilitatori para guru sekolah (GS).

’’Padahal GS adalah ujung tombak pelaksanaan K-13 di sekolah atau kelas,’’ jelasnya. Kemudian hasil evaluasi berikutnya, sejumlah GS merasakan kekurangan materi yang dibutuhkan untuk menjalankan tugas pembelajaran berbasis K-13. Selain itu para GS juga merasa durasi pelatihan mengajar berbasis K-13 juta terlalu pendek.

Hasil rekomendasi dari kajian Puslitjak Kemendikbud diantaranya adalah, penjaringan personel IK harus lebih ketat lagi. Sehingga personel IK bisa lebih efektif dalam menjalankan tugas sebagai fasilitator atau pelatih GS. ’’Kemudian jika diperlukan ada penambahan durasi pelatihan untuk para GS,’’ jelasnya. (wan/jpg)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top