Diresmikan Langsung KSAD, Makorem 143/HO Sultra Termegah se Indonesia – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Metro Kendari

Diresmikan Langsung KSAD, Makorem 143/HO Sultra Termegah se Indonesia

KSAD Jend TNI Mulyono (tengah) dalam peresmian Makorem 143 HO didampingi Gubernur Sultra, Nur Alam dan Danrem 143/HO. Foto : Angga/Kendari Pos.

kendaripos.fajar.co.id — Ratusan karangan bunga ucapan memenuhi halaman Makorem 143/HO Kamis (27/4). Isinya menyampaikan selamat atas diresmikannya markas tentara AD itu oleh Kepala Staf AD (KSAD), Jenderal TNI Mulyono. Ada dua orang yang paling bahagia dengan diresmikannya gedung itu. Mereka adalah Kolonel Inf Andi Perdana Kahar SH, Danrem 143, karena mendapat kehormatan sebagai pengguna pertama gedung itu. Serta Gubernur Sultra, Nur Alam yang sebentar lagi menutup jabatannya, tapi bisa membantu TNI, menyediakan markas representatif.

Jenderal TNI Mulyono dibuat kagum oleh bangunan Makorem 143 HO itu. Saat meresmikan penggunaanya, ia mengakui bahwa itu adalah Makorem terbesar dan termegah se Indonesia. “Ini adalah Makorem yang terbesar dan termegah yang pernah ada. Luar biasa,” kata KSAD saat memberikan sambutan persemian Makorem 143 HO.

Sebelumnya, Gubernur Sultra memberikan paparan singkat soal muasal gedung itu. Katanya, Makorem 143 tersebut dibangun dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan pertambangan yang ada di Sultra. “Totalnya sekira Rp 6 milyar lebih. Ini adalah ucapan terima kasih kami karena TNI sudah menjaga stabilitas keamanan di Sultra. Kami sadar ini tidak akan cukup bila mengiangat pengorbanan TNI AD untuk masyarakat Sultra,” puji Nur Alam.

Ia berharap, gudung baru tersebut bisa menjadi kekuatan baru bagi Korem 143/HO agar lebih berkerja keras dalam menjaga seluruh warga Sultra. Karena Gubernur sadar bahwa ancaman-ancaman dari luar daerah bahkan luar negeri yang melihat kekayaan alam Sultra, dan ingin menguasainya. “Salah satunya di Morosi, itu adalah potensi buat Sultra tetapi bisa juga menjadi ancaman buat kita, salah satunya pembauran warga asing, olehnya itu TNI sangat berperan untuk tetap menjaga stabilitas kemanan di Sultra,” harapnya.

Selain itu mantan Ketua Umum PAN, juga memberikan bantuan berupa 63 unit motor yang diperuntukan kepada Bintara Pembina Desa (Babinsa) di beberapa wilayah, untuk menjalankan tugas, sebagai garda terdepan TNI AD.

Setelah itu, KSAD melakukan penanaman pohon Bitti, dihalaman Makorem. Pohon dengan nama latin itu vitex cofassus melambangkan kekokohan, karena bila pohon tersebut terbakar akan tumbuh kembali. Yang berarti TNI AD melalui Korem 143/HO akan selalu kokoh mempertahankan NKRI di Bumi Anoa ini. Selain itu selalu ada untuk masyarakat dan menjamin stabilitas daerah dari ancaman-ancaman yang mengintai.

Usai melakukan penanaman pohon, pimpinan tertinggi TNI AD itu  kemudian memberikan wejangan kepada prajurit sebelum meresmikan Makorem. Salah satu yang disinggung adalah permintaan Gubernur agar status Korem bisa ditingkatkan dan dipimpin jenderal bintang satu. “Kita lakukan kajian mendalam dulu. Karena untuk menaikkan tipe suatu Korem, harus memiliki kajian yang jelas yang kemudian diberikan kepada Panglima TNI dan Presiden RI,” katanya.

Secara khusus, Jenderal Mulyono menyampaikan terima kasihnya kepada seluruh masyarakat Sultra, terkhusus kepada gubernur karena sangat memperhatikan TNI AD. Dengan terbangunnya Makorem yang menurutnya termegah se Indonesia itu, adalah cermin sinergitas TNI dan masyarakat Sultra.

“Dana (pembangunan) Makorem 143/HO sebenarnya itu sudah ada, namun karena peruntukannya sudah dibantu oleh pemerintah Sultra, jadi anggaran tersebut saya akan alihkan saja ke asrama-asrama prajurit yang sudah tidak layak agar segera direnovasi,” paparnya.

Korem 143/HO yang sudah berusia 57 tahun itu dan mendapatkan kedua terbaru tentunya menjadi semangat baru untuk jajarannya. Agar selalu menjaga suasana selalu kondusif, dimana menurut Kasad Sultra adalah salah satu wilayah yang cukup aman, yang tidak pernah ada laporan tentang isu-isu yang dapat membuat stabilitas kemanan menjadi goyang salah satunya isu SARA.

1 of 2

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top