Sanksi Tampar Staf, BK Perintahkan Copot Jabatan Tahrir di DPRD Sultra – Kendari Pos Online
Jalan Sehat

pariwara
Iklan Jalan Sehat Kenpos Iklan 10 Iklan 23
Metro Kendari

Sanksi Tampar Staf, BK Perintahkan Copot Jabatan Tahrir di DPRD Sultra

Ketua Komisi III DPRD Sultra, Tahrir Tasruddin (kiri) saat berdialog bersama pihak Sekretariat. (Dok/KP)

KENDARIPOS. CO. ID — Setelah kurang lebih dua bulan memproses kasus penamparan terhadap staf yang dilakukan Ketua Komisi III DPRD Sultra, H Tahrir Tasruddin. Selasa (25/4) Badan Kehormatan (BK) dewan akhirnya mengeluarkan keputusan.

Hal itu diungkapkan langsung Ketua BK, Abdul Malik Silondae. Kata dia, berdasarkan hasil pemeriksaan telah terbukti terjadi pelanggaran kode etik. Atas pelanggaran tersebut BK memutuskan jabatan Tahrir sebagai ketua Komisi III harus dicopot dan tidak memberikan jabatan apapun kepada yang bersangkutan.

“Ini sudah final. Pertimbangan yang meringankan Tharir bersikap kooperatif dan menyampaikan permohonan maaf dan kami juga memberikan teguran tertulis untuk tidak lagi mengulangi perbuatan yang sama,” ucapnya di Gedung DPRD Sultra, Selasa (25/4).

Dengan adanya surat dari Sekretaris DPRD Sultra 165/295 perihal pencabutan laporan 5 April 2017. Maka kasus ini dinyatakan selesai dan ditutup.

Seperti diberitakan sebelumnya, awal Maret 2017, Ketua Komisi III DPRD Sultra Tahrir Tasruddin dilaporkan ke Badan Kehormatan dewan setelah menampar salah seorang stafnya bernama Alfian Syahputra.

Kejadian ini bermula ketika rapat paripurna hari ulang tahun Konawe, di Unaaha. Rapat tersebut sedianya dihadiri oleh Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh dan Ketua Komisi III Tahrir Tasruddin. Hanya saja Rahman Saleh berhalangan hadir dan merekomendasikan kepada Syamsul Ibrahim untuk mewakilinya.

Melalui surat resmi dari dewan, Alfian yang juga sebagai protokoler ketua, langsung mendampingi Syamsul Ibrahim.

“Namun, pada saat itu pak Syamsul masih di perjalanan. Sementara pak Tahrir sudah tiba dan langsung duduk di kursi yang ditempati pak Syamsul Ibrahim yang mewakili ketua DPRD,” jelasnya.

Saat Syamsul tiba Alfian lantas berisiatif untuk menyampaikan ke Tahrir bahwa kursi yang diduduki itu bukan tempatnya. Kursi Tahrir telah disiapkan di baris kedua.

“Saya sampaikan secara sopan, tapi tiba tiba dia pukul pipi saya. Katanya, bodoh kamu, bodoh, bodoh,” kata Alfian menirukan ucapan Tahrir.

Karena merasa bersalah, Alfian mencoba minta maaf kepada Tahrir. Bukannya dimaafkan, Tahrir kembali melayangkan telapak tangannya sebanyak dua kali. (yogi)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top