Rusman Emba Incar Kursi Nur Alam – Hacked by TryDee
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Politik

Rusman Emba Incar Kursi Nur Alam

Bupati Muna, LM Rusman Emba (biru) ketika berkunjung di Kendari Pos.

kendaripos.fajar.co.id — Satu lagi nama yang bakal meramaikan perburuan kursi Gubernur periode 2018-2023. Figur itu Bupati Muna, LM Rusman Emba. Ia memastikan bakal maju bertarung di pemilihan gubernur (Pilgub) Sultra, tahun depan. Rusman merasa saat ini merupakan momentum tepat untuk tampil. Bukan untuk mengejar kekuasaan, tapi lebih pada mencari lahan pengabdian lebih luas.

“Kalau ditanya kosong dua atau kosong satu. Tentu kursi nomor satu. Saya siap dan akan tampil sebagai salah satu kontestan,” ucapnya  di kantor Graha Pena Kendari Pos, Senin (24/4)

“Pengabdian kepada rakyat itu ibadah. Kalau jadi gubernur, lahan pengabdiannya lebih luas. Jadi makin banyak pahalanya,” tambah Rusman Emba.

Rusman menjelaskan, sebagai seorang politisi, menjadi kepala daerah merupakan sebuah keniscayaan. Hanya saja, harus matang kalkulasi dan momentumnya dapat. Nah, dari dua aspek itu, dirinya melihat Pilgub tahun depan merupakan kesempatan paling baik. “Momentumnya tepat, saya siap maju Pilgub,” ulangnya menegaskan.

Mantan Ketua DPRD Sultra menambahkan, keinginan maju pilgub bukan orientasi kekuasaan, tapi murni pengabdian. Dia ingin melihat masyarakat Sultra sejahtera. Sebab dalam amatannya, sebenarnya Sultra punya banyak potensi yang bisa “dijual”, hanya karena pemerintah kurang jeli sehingga belum optimal.

“Membangun daerah tidak bisa hanya mengandalkan APBD saja. Perlu kreativitas dengan membangun jaringan ke pusat. Hal inilah yang selama ini kami lakukan di Muna,” terangnya. Lebih jauh Rusman menjelaskan, rekam jejak kiprahnya di dunia politik mendukung untuk maju. Salah satunya, pernah menjadi anggota DPD RI dan saat ini menjadi Bupati Muna, sehingga menjadi komplit untuk “naik kelas”.

Disinggung soal belum lama dirinya menjabat sebagai Bupati Muna, Rusman menjelaskan bahwa tidak ada yang perlu dipersoalan. Sebab, posisi gubernur dan bupati merupakan satu kesetuan yang tidak bisa dipisahkan. “Gebernur memiliki kewenangan begitu juga dengan bupati. Apa yang menjadi kebijakan gubernur pasti akan menyentuh hingga ke kabupaten/kota yang bisa dirasakan masyarakat. Perbedaannya hanya terletak pada wilayah administrasi saja,” jelasnya.

Untuk diketahui, masa jabatan gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) saat ini, Nur Alam – Muh Saleh Lasata, berakhir Februari tahun depan. Rencananya Pilkada serentak bakal berlangsung 27 Juni 2018 (yog)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top