Kakanwil Ditjen Perbendaharaan : Rugi Kalau Kades Tidak Ikut Seminar DD Kendari Pos – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Sulawesi Tenggara

Kakanwil Ditjen Perbendaharaan : Rugi Kalau Kades Tidak Ikut Seminar DD Kendari Pos

kendaripos.fajar.co.id — Ratusan kepala desa dipastikan hadir dalam cara seminar dan pelatihan pengelolaan dana desa (DD) yang akan digelar Kendari Pos, Rabu (26/4). Hal ini berdasarkan laporan yang diterima panitia dari hasil konfirmasi masing-masing Kades. “Sampai saat ini sudah lebih dari 250 orang yang menyatakan akan hadir,” ujar Ketua Panitia Seminar, Nursyamsi Abidin, Selasa (25/4).

Kegiatan seminar akan menghadirkan sejumlah nara sumber seperti Kapolda Sultra, Brigjen Pol Andap Budi Revianto, Kajati Sultra, S Djoko Susilo, Kadis PMD H. Tasman Taewa, lalu Satgas Jaksa Pengacara Negara, Dr Muh Amir SH dan Kakanwil Ditjen Perbendaharaan Sultra, Ririn Qadariah. Seminar ini akan dipandu langsung dua wartawan senior Kendari Pos, Onggi Nebansi dan Sawaluddin Lakawa.

BACA JUGA :  Tahun Depan, Dana Desa tak Masuk Lewat Pemda

Munculnya ide untuk menggelar seminar DD, salah satunya karena melihat fenomena maraknya kasus hukum yang menjerat sejumlah Kades akibat tidak faham mengelola keuangan. Media pertama dan terbesar di Sultra yang dinahkodai Irwan Zainuddin ini punya harapan besar, agar pengelolaan DD tepat sasaran dan kadesnya aman dari jeratan hukum.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Sultra, Ririn Qadariyah menegaskan, sungguh rugi kalau kades tidak memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar kelola anggaran. “Seminar DD yang digelar Kendari Pos sangat bermanfaat. Seluruh kades harusnya ikut. Ini penting, supaya mereka tahu, batasan mana mesti dihindari supaya tidak terjerat hukum,” ungkap Ririn Qadariyah saat dihubungi, Senin (24/4) malam.

BACA JUGA :  Ada Wacana Dana Desa Langsung Di Transfer Ke Desa

Ririn menjelaskan, sejauh ini sudah ada beberapa kasus penyimpangan DD oleh aparatur pemerintahan desa. Sayangnya, kasus itu terjadi akibat ketidak pahaman pemerintah desa terkait peruntukkan angaran yang digelontorkan pemerintah pusat itu. “Banyak kasus salah kelola DD, hanya kadang bukan karena niat korupsi, tapi lebih pada karena belum memahami sistem pengelolaanya. Untuk itu, melalui seminar ini, saya rasa mereka bisa menemukan jawaban itu. Sehingga, mestinya diikuti seluruh kades dan perangkatnya,” jelasnya.

Lebih jauh dia menjelaskan, DD kalau dikelola dengan baik bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Bayangkan saja, dengan anggaran ratusan juta rupiah bahkan mungkin bisa sampai Rp 1 miliar (ditambah ADD dan lainnya), banyak hal bisa dibangun. “DD itu potensi manfaatnya sangat besar, asal dikelola dengan baik,” katanya.

BACA JUGA :  Ayo... Pakai Dana Desa, Jangan Takut

Untuk itu, melalui seminar DD, menurutnya menjadi kesempatan baik bagi pemerintah dan seluruh stakeholder untuk memberikan sosialisasi dan pemahaman mengenai sistem dan tata kelola dana desa. “Saya pikir ini (seminar) sangat bermanfaat bagi pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.

Secara khusus, dirinya menyampaikan apresiasi kepada Kendari Pos selaku inisiator kegiatan. Sebab, seminar ini menjawab kebutuhan masyarakat terutama penyelenggara pemerintahan desa. “Saya sangat berterima kasih kepada Kendari Pos. Kegiatan ini sangat bermanfaat. Kami menjadi punya ruang untuk menyampaikan ini kepada masyarakat,” imbuhnya. (b/p1)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top