Tak Ada Crane, Pemasangan Tiang Pancang Pelabuhan New Port Kendari Molor – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Metro Kendari

Tak Ada Crane, Pemasangan Tiang Pancang Pelabuhan New Port Kendari Molor

kendaripos.fajar.co.id — Urusan Analisisis Dampak Lingkungan (Amdal)  yang selama ini menghambat pekerjaan fisik pelabuhan New Port Kendari (NPK) sudah tuntas. PT. Pelindo sebagai mitra kerja pemerintah kini tinggal menunggu salinan dari SK Amdal itu.  Meski urusan Amdal sudah tuntas, bukan berarti pekerjaan fisik pelabuhan dimaksud berjalan mulus.

Pemasangan tiang pancang belum juga bisa dimulai. Padahal,  sesuai dengan jadwal sebelumnya,  pemancangan pertama akan digelar April ini. Tiang pancang pun sudah tersedia. Manager SDM dan Umum PT.  Pelindo IV Kendari,  Alfian Achmad mengatakan ratusan tiang pancang itu.  sudah tersedia. “Pengapalan pertama sudah masuk 208 batang tiang pancang. Panjangnya rata-rata 44 meter dengan diameter 120,” ungkapnya, Minggu (23/4).

Hanya saja, pekerjaan belum bisa dimulai karena belum adanya crane (sejenis alat berat yang berfungsi mengangkat material yang akan dipindahkan). Crane digunakan saat pemasangan tiang pancang. Alat itu masih harus didatangkan dari Surabaya. “Kalau tidak ada crane tidak bisa mulai. Kita harus tunggu itu dulu,” ujar Alfian.

Lebih lanjut Alfian menambahkan,  alat itu akan tiba di Kendari diperkirakan akhir April ini pada pengapalan kedua.  “Sekarang alatnya sudah siap dibawa ke Kendari. Nanti akan masuk pada pengapalan kedua bersamaan dengan tiang pancang lagi, karena tiang pancangnya ini diperkirakan sekira 600 batang,” jelasnya.

Jika tak ada aral melintang, pemancangan itu dijadwalkan kembali pada awal Mei. Pihak Pelindo kini terus memantapkan kesiapan.  Mulai dari pembentukan pengawas lapangan hingga persiapan seremoni pemasangan tiang pancang perdana yang akan dihadiri oleh para pejabat di daerah ini.

Dikatakan Alfian, proses pembangunannya nanti akan diawasi ketat oleh berbagai institusi pemerintah. Sebab modal pembangunan pelabuhan pendukung tol laut itu menggunakan sumber pembiayaan dari penyertaan modal negara.  “Pelindo pusat baru saja mengeluarkan SK pendamping terdiri dari 8 orang. Ada unsur Polda, KSOP, dan kejaksaan. Pokoknya instansi hukum terkumpul disana, karena ini uang negara,”  lanjutnya.

Terpisah, Gubernur Sultra, Nur Alam membenarkan bentuk pembiayaan pembangunan pelabuhan peti kemas itu.  Bahkan secara khusus Gubernur Sultra dua periode ini telah meminta dukungan dari Presiden Joko Widodo dan Kementerian Perhubungan RI untuk percepatan pembangunan infrastruktur publik itu.  “Tahun ini kita banyak dapat dukungan anggaran dari pusat. Selain pembangunan kawasan industri di Konawe dan wisata Wakatobi, saya juga meminta dukungan Presiden Jokowi terkait pelabuhan New Port Kendari. Akan turun anggarannya hampir Rp 1 triliun,”  paparnya. (ely/b)

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top