Layanan Ibadah Lebih Nyaman , Akomodasi sudah 98 Persen – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Nasional

Layanan Ibadah Lebih Nyaman , Akomodasi sudah 98 Persen

kendaripos.fajar.co.id — Layanan ibadah haji di Arafah tahun ini dipastikan lebih nyaman dibanding sebelumnya. Ratusan tenda jamaah haji akan diganti. Ditambah lagi, ada fasilitas AC yang diberikan untuk masing-masing tenda.

Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan, kualitas tenda pada tahun ini jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Tak ada lagi istilah tenda jamaah roboh karena angin kencang seperti insiden 2015 lalu. Sebab, tenda ditopang rangkaian baja kokoh. ”Bahan tenda juga yang anti api dan tahan air. Berbeda dengan sebelumnya yang menggunakan bahan sejenis terpal yang ditopang dengan bambu atau besi yang telah karatan,” ujarnya.

Tenda-tenda baru di Arafah tersebut juga berukuran cukup besar, sekitar 25×15 meter. Satu tenda diperkirakan mampu menampung sekitar 250 jamaah. ”Memang belum fix info dari muassasah untuk berapa jumlah tenda bagi jamaah Indonesia. Tapi dengan kapasitas yang dilihat kemarin, diperkirakan di atas 800 tenda,” ungkap Staf teknis I Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI Jeddah Ahmad Dumyathi Basori dihubungi, kemarin.

BACA JUGA :  Wajib Baca! Mulai Tahun Ini Kemenag Ubah Aturan Manasik Haji

Tak hanya tenda baru, ada fasilitas AC dan kipas angin dengan spray air yang akan dipasang di setiap tenda. Masing-masing akan mendapat 6 AC baru dan 6 unit kipas angin besar. Dua fasilitas ini, kata Dumyathi, merupakan hal sangat penting ketika di Arafah nanti. Sebab, suhu udara pada saat puncak Haji diprediksi sangat panas. Sehingga menyebabkan resiko heat stroke sangat tinggi. Seperti diketahui, puncak ibadah haji saat Wukuf di Arafah diperkirakan jatuh pada 31 Agusus 2017. ”Untuk menjamim pasokan listrik, rencananya setiap tenda akan dilengkapi satu genset,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Daftar Tunggu Haji Rawan Kongkalikong, Penyelenggara Diminta Profesional

Peningkatan fasilitas karpet juga dilakukan di Muzdalifah. Dengan begitu, jemaah haji diharapkan dapat beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan menuju Mina. Dumyathi menambahkan, untuk kebutuhan permakanan juga sudah disiapkan. Jamaah akan mendapat pelayanan makan sebanyak 4 kali di Arafah. Sedangkan di Musdzlifah satu kali dan Mina sebanyak 11 kali. Selain fasilitas di Arafah, pemerintah juga memastikan akomodasi bagi jamaah haji Indonesia di Mekkah sudah rampung. Sewa pemondokan sudah mencapai 98,95 persen atau 205.394 kapasitas yang sudah berhasil disewa.

Hal ini agak bertolak belakang dengan proses sewa di Madinah. Hingga kini baru 36,72 persen atau 75.429 kapasitas yang sudah dalam tahap negosiasi. Diakui Lukman, ada tiga hal yang membuat proses negosiasi ini agak lambat. Pertama, kembali normalnya kuota jamaah haji seluruh negara. Sehingga, kebutuhan sewa pemondokan menjadi sangat tinggi.

BACA JUGA :  Ongkos Haji Tahun Ini Naik Lagi, Begini Besarannya

Sayangnya, kebutuhan tesebut tidak diimbangi dengan pembangunan hotel-hotel baru di Madinah. Berbeda dengan Mekkah.”Karena kita sama-sama nyarinya yang dekat dengan Masjid Nabawi atau daerah Markaziyah, sehingga menjadikan persaingan sewa akomodasi di Madinah relatif lebih ketat,” jelasnya. Meski begitu, Lukman memastikan bahwa tim terus berupaya mendapat pemondokan yang pas untuk jamaah. Sehingga bisa membantu jamaah untuk menjalankan ibadah haji dengan baik. (mia)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top