Januari Smpai April, 106 Kapal Asing Ditangkap – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Nasional

Januari Smpai April, 106 Kapal Asing Ditangkap

kendaripos.fajar.co.id — Frekuensi illegal fishing di perairan Indonesia semakin meningkat. Sejak bulan Januari hingga April 2017 saja, Patroli gabungan KKP, Polair dan TNI AL menangkap 106 Kapal asing. Jumlah ini hampir menyamai total tangkapan sepanjang tahun 2016 yakni 167 kapal.

Dari jumlah tersebut , 37 kapal  adalah hasil operasi  TNI AL, 12 kapal ditangkap oleh Satpolair sementara sisanya tertangkap patrol satgas 115 KKP.
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti mengungkapkan bahwa tahun ini diperkirakan jumlah tangkapan akan meningkat signifikan. Susi menyebut kuartal pertama tahun 2017 KKP mencatatkan hasil tangkapan terbanyak.

Menurut Susi, banyaknya kapal asing yang tertangkap juga merupakan pengaruh dari moratorium penangkapan ikan yang mulai diberlakukan oleh negara-negara tetangga.  “Tiongkok akan mulai (moratorium,Red) 1 Mei nanti, yang lain sedang berlangsung, ” kata Susi. Untuk itu, Susi mengungkapkan seluruh penjaga perariran Indonesia saat ini tengah meningkatkan kewaspadaaanya. Dengan adanya moratorium yang ditetapkan beberapa Negara tetangga, dipastikan aka nada banyak nelayan yang nekat mencari ikan di perairan Indonesia. “ Mereka (nelayan illegal, Red) nampaknya sangat desperate,” Kata Susi.

Menteri Susi berharap koordinasi antar lembaga pemerintah, dapat diteruskan untuk menegakkan hukum dan menjaga kedaulatan negara. Seperti salah satunya adalah saat penyidikan kasus penemuan kapal Hopper Dredger yang masuk ke perairan Indonesia pada Jumat (21/4) pagi di perairan Anambas, Kepulauan Riau.  Pemerintah juga menjalin komunikasi dengan Negara-negara asal kapal tersebut. “Kami juga  sudah notified kementerian luar negeri,” kata Susi.

Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Eko Djalmo mengatakan bahwa hingga saat ini, jumlah terbesar kapal asing yang tertangkap berasal dari Vietnam. Pada Jumat lalu saja, ada 9 kapal Vietnam yang ditangkap dalam sehari. “Kapalnya rata-rata 30 sampai 96 GT,” katanya.

Eko membenarkan bahwa banyaknya nelayan asing yang masuk perairan Indonesia adalah pengaruh moratorium. Eko meyakini bahwa sumber daya laut Vietnam sendiri sedang menipis. “Ikan mereka mau habis, sepertinya akan ikut Tiongkok moratorium sampai 1 Mei,” ungkapnya.

Negara-negara tetangga baru akan memulai moratorium untuk preservasi jumlah ikan di perariran masing-masing. Hal ini akan jadi konsen utama KKP untuk semakin mengetatkan pengawasan di perairan Indonesia. “Indonesia sudah selesai moratorium November 2015 lalu, mau dilanjut banyak yang protes, ” kata Eko.

Peningkatan pengawasan diantaranya akan dilakukan dengan menjalin kerjasama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dalam pelacakan kapal di perairan Indonesia.  Sementara itu, belum ada peningkatan anggaran maupun penambahan armada Satgas 115. “Kalau pakai satelit LAPAN, lebih mudah dan murah,” pungkasnya. (tau/jpnn)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top