Jika Terbukti Curang Gelar Ujian, Kasek Dicopot – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Edukasi

Jika Terbukti Curang Gelar Ujian, Kasek Dicopot

kendaripos.fajar.co.id — Pelajar SMP/sederajat harus lebih fokus dan serius dalam mengikuti Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Sebab, tes ini ternyata menjadi penentu lulus dan tidaknya mereka ke jenjang pendidikan selanjutnya. Kalau nilainya tidak memenuhi standar, maka siap-siap mengulang tahun depan.

Ketua Panitia USBN Kota Kendari, Makmur Tote mengungkapkan, hasil USBN menjadi penentu kelulusan peserta didik. Makanya, dia minta supaya mereka serius dalam mengikuti ujian. Tidak boleh ada pikiran, pasti akan lulus atau dibantu.

“Kami sudah komitmen dengan seluruh kepala sekolah (kasek) untuk menjaga kejujuran dalam pelaksanaan USBN ini. Sebagai penanggung jawab, mereka harus pastikan, pelaksanaan ujian tak ada kecurangan. Peserta didik harus dipahamkan bahwa lulus tidaknya, ditentukan diri mereka sendiri,” ungkap Makmur Tote saat ditemui disela melakukan pengawasan di SMPN 9 Kendari, kemarin (17/4).

Dia juga mengingatkan risiko bagi kasek yang mencoba main-main dalam pelaksanaan USBN. Sebab, kalau terbukti curang, maka posisinya bisa saja dicopot. “Jadi, kami ingatkan kepada seluruh kasek untuk menjaga kejujuran,” ingatnya.

USBN lanjut dia, berbeda dengan ujian nasional (UN). Dari aspek pembuatan soal, 75 persen dibuat oleh musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) daerah masing-masing. Sisanya dibuat oleh pusat. Sementara UN, sepenuhnya dari panitia ujian di pusat. Bukan hanya itu, UN tidak menjadi ukuran kelulusan, tapi hanya untuk pemetaan kualitas pendidikan di daerah saja.

“Jadi, para pelajar yang ikut ujian harus serius. Paling penting juga mesti menjaga kejujuran,” pesannya. Koordinator Pengawas (Korwas) Dikmudora Kota Kendari menambahkan, pelaksanaan USBN SMP/sederajat hari pertama berlangsung lancar. Hari pertama, mata pelajaran yang diujiankan adalah Pendidikan Agama. Sesuai jadwal, hari kedua adalah Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dan terakhir ujian Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

Dari 900 lebih sekolah se Sultra dan 54 diantaranya di Kota Kendari yang menggelar ujian, tidak ada kendala berarti ditemukan. “Alhamdulillah hari pertama ujian berjalan dengan baik dan tertib. Seluruh sekolah dan pengawas menjalankan tugas sesuai aturan. Begitupun dengan siswa, mampu menyelesaikan 50 butir soal Pendidikan Agama dalam waktu dua jam. Terdiri dari 45 soal pilihan ganda dan lima nomor soal essay,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, USBN ini menjadi gambaran dari pelaksnaan UN yang sesungguhnya. Maka dari itu, format ruangan dan jumlah pengawas juga sama seperti UN. Setiap ruangan terdapat maksimal 20 orang peserta ujian, ditambah 2 pengawas. Selain itu, tidak satu pun orang lain diperbolehkan masuk dalam ruangan, ketika ujian sedang berlangsung.

Lebih jauh dia menjelaskan, Dikmudora melakukan berbagai upaya agar tetap menjaga integritas dari pelaksanaan USBN tersebut. Sebelumnya, sudah dilakukan sosialisasi kepada seluruh kepsek yang ada di Kota Kendari. Mereka dihimbau supaya mengikuti rambu-rambu yang ada dalam Prosedur Operasional Standar (POS) USBN. Ditambah dengan penandatanganan pakta integritas.\

1 of 2

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top