Diduga Lakukan Pengelapan Ore, Direktur PT TMM Diperiksa – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Diduga Lakukan Pengelapan Ore, Direktur PT TMM Diperiksa

kendaripos.fajar.co.id — Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditkrimsus) Polda Sultra terus melakukan penyelidikan mendalam terhadap dugaan penipuan dan penggelapan yang diduga dilakukan oleh sebuah perusahaan pertambangan berbendera PT Tristaco Mineral Makmur di Kabupaten Konawe Utara (Konut). Usai memeriksa saksi dari pihak PT TMM, kini giliran Direktur PT TMM, H Firdaus Syah yang dimintai keterangan.

Firdaus memenuhi panggilan penyidik pekan lalu setelah panggilan pertama tak dipenuhi. Firdaus diperiksa guna untuk mencocokan data hasil laporan terkait hilangya ore nikel milik PT Kimco Citra Mandiri (KCM) termasuk kebenaran, perjanjian yang disebutkan dilakukan oleh kedua perusahaan tersebut.

Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Sultra, AKBP Harjoni Yamin membenarkan pemeriksaan Firdaus. Saat diperiksa Firdaus telah membawa dokumen perjanjian antara PT TMM bersama PT KCM saat mereka menjalin hubungan join operasional. Dalam dokumen MoU itu, PT TMM telah menerima duit sebesar Rp 500 juta dari PT KCM. Duit itu bagian dari perjanian, bahwa PT KCM harus membayar besaran Rp 1 Miliar. Rp 500 juta untuk produksi, dan Rp 500 juta untuk ekspor.

“Karena belum ada ekspor, PT KCM membayar Rp 500 juta dulu. Tapi dari keterangannya, Firdaus menyebut ada adendum. Adendum tersebut berisikan tentang tambahan pembayaran sebesar Rp 1 Miliar. Jadi jumlahnya Rp 2 Miliar PT KCM harus bayar. Bukan Rp 1 Miliar, itu versi Firdaus,”kata Harjoni

Soal hilangnya ore nikel yang dikelola PT KCM di lahan PT TMM? Harjoni belum dapat memastikan itu. Sebab, Firdaus juga punya cerita lain. Dia menjelaskan, proses ini masih memerlukan penyelidikan lebih jauh. Belum dapat disimpulkan apakah ada unsur pidana yang dilakukan PT TMM atau tidak. Itu ditentukan nanti berdasarkan hasil gelar perkara.

Yang jelasnnya kata Harjoni, setelah timnya melakukan peninjauan ke lahan PT TMM di Konut, ore nikel dari PT KCM masih ada. “Bagaimana kita mau ketahui dicuri, berkurang atau seperti apa. Ore nikel itu menumpuk. Susah, untuk mengetahui, hilang atau tidak ore tersebut,”beber Harjoni.

Firdaus diperiksa sekitar 4 jam. Harjoni meminta banyak dokumen kepada Firdaus, untuk dijadikan alat bukti meningkatkan kasus ini. Harjoni menyebut, dalam kasus ini, penyidik telah memeriksa, Pihak dari PT TMM. Yang diperiksa, yakni, Very selaku kuasa Direktur PT TMM, Ridwan Landipo, pelapor dan juga beberapa saksi lainnya.

Untuk diketahui, sebelumnya PT TMM selaku pemilik IUP yang memiliki lahan seluas 138,9 ha yang terletak di Desa Morombo Kecamtan Langkikima Kabupaten Konawe Utara (Konut) dilaporkan karena diduga melakukan penggelapan, pencurian dan penipuan terkait ore nikel PT KCM selaku join operasionalnya. PT KCM sejak tahun 2013 membuat perjanjian untuk melakukan pengggalian dan pengangkutan ore nikel dilahan PT TMM.

Karena PT TMM tidak memiliki alat untuk melakukan aktivitas pertambangan. Mereka membuat perjanjian tanpa batas, agar PT KCM selalu Kontraktor Mining melakukan pengolahan ore Nikel. Seiring berjalannya waktu PT KCM telah melakukan penggalian dan telah menghasilkan tumpukan ore sebanyak 6500 metrik ton. Namun belakangan PT TMM dilaporkan berkhianat. Perusahaan tersebut, justru melakukan join terhadap pihak lain tanpa sepengetahuan PT KCM. Selain perjanjian yang tidak ditepati tersebut, PT TMM bahkan diduga menggelapkan ore Nikel milik PT KCM yang selama ini telah ditumpuk dilahan mereka. (ade)

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top