Segel Usaha Tambang di Konsel, Polisi Amankan Tujuh Alat Berat – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Segel Usaha Tambang di Konsel, Polisi Amankan Tujuh Alat Berat

Polres Konsel ketika melakukan penyegelan

kendaripos.fajar.co.id — Aktivitas penambangan batu yang terletak di desa Wawatu Kecamatan Moramo Utara (Morut), Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) disegel polisi. Hal itu dilakukan langsung oleh Kapolres Konsel AKBP Yeyen Lesmana, SIK saat turun ke lokasi. Penyegelan dilakukan lantaran kegiatan penambangan batu galian C tersebut kerap terjadi konflik dari perusahan maupun dari pemilik lahan. Disamping itu dalam kegiatan penambangan sangat bertentangan dengan keselamatan kerja.

“Sudah dilakukan penyegelan dan telah berlangsung sejak pekan lalu. Kita larang dan tidak boleh melakukan aktivitas penambangan batu,” kata Kapolres Konsel AKBP Yeyen Lesmana melalui Kabag Humas Polres Konsel, AKP Yusuf Tawang, Minggu (16/4).

Yusuf menjelaskan, penyegelan ini berawal dari laporan masyarakat terkait ketidakjelasan antara IUP PT. Citra Kusuma Sultra (CKS) dengan beberapa warga pemilik lahan. Sementara yang lakukan penambangan batu disitu bukan dari pihak perusahan CKS. Akan tetapi dari pihak lain. “Karena ada oknum masyarakat yang menyuruh oknum datang menambang di wilayah tersebut,” jelasnya.

Disisi lain, lanjut dia, tim memantau di TKP mendapati ketinggian alat sekitar 50 meter dari batas penambangan, posisi ada satu Exavator di atas dan bersusun dengan exavator lainnya di bawah. “Jadi secara keselamatan kerja, ini sangat membahayakan bagi nyawa orang lain. Terus pecahan-pecahan batu yang dibuat itu bukan dalam bentuk kecil akan tetapi bongkahan besar. Nah makanya pihak kepolisian mengambil suatu tindakan dengan cara menghentikan sementara,” katanya.

Nah sebagai tindaklanjut dari persoalan penyegalan ini pihak Polres akan memanggil pihak terkait, baik dari perusahan sendiri maupun dari pemilik lahan termasuk pihak lain yang melakukan penambangan dwilayah itu. Dari persoalan penambangan liar tersebut, polisi mengamankan tujuh alat berat jenis Exavator yang sementara melakukan penambangan. “Pada saat dilapangan, memang ada 13 alat disitu, tapi yang kita segel ada tujuh. Jadi perlu saya sampaikan bahwa pihak kepolisian sama sekali tidak ada niat untuk mencari-cari kesalahan melainkan kita hanya memperjelas statusnya dan kedua masalah keselamatan kerja,” tambahnya.

Sementara itu, pihak perusahan, PT. CKS melalui Humas, Yunan membenarkan adanya penyegelan tersebut. Saat dikonfirmasi via selularnya, Kepala bagian Humas PT. CKS menjelaskan, pada saat kejadian dirinya berada di TKP. “Bahkan kami juga ditegur sama petugas katanya melakukan pembiaran terhadap kegiatan penambangan. Nah kami berfikir tidak punya hak untuk melarang masyarakat menambang, sekalipun di wilayah itu sudah masuk wilayah IUP kami,” jelasnya.

1 of 2

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top