Kabur ke Hutan, Penembak Pos TNI Sulit Dilacak – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Nasional

Kabur ke Hutan, Penembak Pos TNI Sulit Dilacak

kendaripos.fajar.co.id — Pelaku penembakan Pos Pintu Angin di Kabupaten Puncak Jaya, Papua, pada Kamis (13/4) lalu belum terdeteksi. Pasukan TNI dari Kodam XVII Cendrawasih terus melakukan pengejaran. Pelaku diduga berasal dari kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Untuk mengantisipasi terulangnya insiden penyerangan, TNI melakukan peningkatan intensitas patroli. Kepala Penerangan Komando Daerah (Kapendam) XVII/ Cenderawasih Kolonel (Inf) Teguh Pudji Raharjo menuturkan, penyisiran untuk menangkap pelaku penyerangan terus dilakukan. ”Namun, karena medan yang berat, belum ditemukan pelakunya. Kami terus melakukan pengejaran,” katanya kemarin.

TNI juga meningkatkan intensitas patroli. Setiap pos sejatinya dijaga dengan cukup kuat. Sebanyak 25 personil berjaga di masing-masing pos. Namun, penyerang yang jumlahnya sekitar tiga hingga lima orang itu melakukan penyerangan secara tersembunyi. ”Mereka menembak dari balik pohon atau semak-semak. Lalu kabur ke hutan,” ujarnya.

Serangan sporadis itu tidak menimbulkan korban jiwa. Hanya, dua prajurit jaga TNI terluka. Yakni, Serda Matroji dan Prada Kamandanu. Serda Matroji terkena serempetan peluru pada bagian bokong. Sementara itu, Prada Kamandanu terluka pada bawah lutut dan betis sebelah kanan.

Belum diketahui motif penyerangan terhadap pos tersebut. Namun, yang pasti kemungkinan penyerang tersebut merupakan kelompok yang masih belum sadar. ”Kan sudah ada yang turun gunung, mereka ini yang ingin hidup damai. Yang tidak turun itu yang belum ingin hidup damai,” kata Teguh.

Dalam kondisi semacam itu, TNI juga melakukan upaya komunikasi sosial dengan masyarakat. Targetnya, semakin banyak kelompok yang turun gunung dan bekerjasama dengan TNI. ”Untuk yang masih tertutup itu kalau melihat teman-temannya diberdayakan tentu lambat laun akan turun juga,” tuturnya.

TNI memiliki sejumlah program yang bersinergi dengan kegiatan pembangunan daerah. Sehingga, setiap pembangunan yang dilakukan TNI akan melibatkan masyarakat. Terutama, untuk masyarakat yang ingin turun gunung dan bekerjasama. ”Banyak pembangunan seperti sanitasi hingga rumah,” jelasnya.

Terkait kondisi dua prajurit yang tertembak saat penyerangan tersebut, Teguh menjelaskan bahwa kondisi keduanya hingga saat ini cukup baik. ”Mereka mendapatkan perawatan yang cukup dan diharapkan secepatnya pulih,” ujar Teguh. (idr/ca)

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top