Lepas Tugas, Polisi Ini Berbagi Ilmu Al Qur’an, Cegah Anak-Anak Kenal Miras – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Metro Kendari

Lepas Tugas, Polisi Ini Berbagi Ilmu Al Qur’an, Cegah Anak-Anak Kenal Miras

Bripka Masyuri, mengajar mengaji anak-anak.

Adem sekali negeri ini jika banyak anggota polisi seperti Brigadir Kepala (Bripka) Masyhuri. Lepas tugas, ia memilih “nongkrong” di masjid. Mengajari anak-anak di lingkungannya baca Al-Qur’an, sekalian berbagi hikmah

Adwin Barakati, Kendari

Masjid Nurul Falah di Lorong Lapambae, Kelurahan Puuwatu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) tak pernah sepi dari gairah religi. Saban Ashar dan Maghrib, pasti ramai oleh anak-anak, dengan kitab suci Al-Qur’an di tangan. Usai salat berjamaah, mereka membuka kitab bertulis ayat-ayat Tuhan itu. Mengeja dan membaca.

Seperti Selasa (11/4) sore lalu, kala jamaah salat sudah berkurang, mereka lalu membuat lingkaran. Di depan mereka, seorang lelaki sudah siap mendengarkan sembari sesekali membetulkan bacaan bila ada tajwid yang keliru atau bila ejaannya salah. Pria itu adalah Masyhuri, yang jadi guru mengaji bagi anak-anak itu.

Usianya baru 36 tahun. Hebatnya, itu bukan profesi utamanya. Lelaki ini sehari-hari bertugas sebagai anggota polisi di Mapolsek Mandonga. Jadi guru ngaji, adalah panggilan jiwa sekaligus berbagi ilmu. “Saya mengajari mereka empat hari sepekan. Senin, Selasa, Kamis dan Sabtu. Ba’da Ashar dan Maghrib,” kata Masyhuri, saat berbincang dengan Kendari Pos, sembari menunggu waktu salat Maghrib tiba.

Sudah dua tahun rutinitas ini dilakukan pria berpangkat Bripka itu. Apalagi, ia juga dipercaya pimpinannya sebagai Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), di Kecamatan Puuwatu. “Ada sekitar 30-an anak saya ajari. Bahkan sudah ada mi yang khatam,” aku suami wanita bernama Anita ini.

Usia muridnya bervariasi. Ada yang masih di SD, termasuk usia sekolah menengah atas. Masyhuri ikhlas mengajari anak-anak di lingkungannya mengaji karena khawatir dengan perkembangan anak-anak di sekitar rumahnya. Bila tak diproteksi dengan akhlak, bukan tidak mungkin mereka terjerumus ke hal-hal negatif, bahkan melanggar hukum.

1 of 2

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top