Woww..Kemenristekdikti Siapkan Beasiswa Postdoctoral – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Nasional

Woww..Kemenristekdikti Siapkan Beasiswa Postdoctoral

kendaripos.fajar.co.id — Beasiswa program postdoctoral yang disediakan pemerintah sampai saat ini lumayan langka. Tahun ini Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) membuka akses beasiswa program setelah lulus S3 (doktor). Program ini diharapkan bisa memupuk semangat berinovasi para ilmuan di Indonesia.

Akses beasiswa untuk program postdoctoral itu disampaikan Dirjen Sumber Daya Iptek-Dikti Kemenristekdikti Ali Ghufron Mukti. Dia mengatakan alokasi anggaran yang disiapkan untuk beasiswa postdoctoral itu mencapai Rp 2,5 miliar. Sementara untuk kuotanya masih belum ditetapkan sampai sekarang.

“Anggarannya memang tidak besar. Ini masih pertama. Tujuannya diantaranya ke Australia,’’ katanya di Jakarta, Selasa (11/4). Meski hanya Rp 2,5 miliar, Ali Ghufron mengatakan sempat memperjuangkan alokasi anggaran ini mati-matian. Sebab sempat akan dihapus dalam daftar anggaran Kemenristekdikti.

BACA JUGA :  204 Mahasiswa Berprestasi Raih Beasiswa

Mantan Wakil Menteri Kesehatan itu menjelaskan alokasi per orang untuk beasiswa ini tidak besar. Sebab untuk menjalankan program postdoctoral itu, rata-rata cukup tinggal sekitar tiga bulan saja. Dia menjelaskan dosen yang sudah bergelar doktor sudah bisa melamar beasiswa postdoctoral ke Kemenristekdikti.

“Tentu bukan yang benar-benar baru lulus S3. Tetapi yang sudah berkarya atau memiliki rencana riset,’’ kata guru besar UGM Jogjakarta itu. Ali Ghufron mengatakan benyak sekali manfaat dengan adanya program postdoctoral itu. Diantaranya adalah dosen atau peneliti Indonesia bisa melakukan penelitian atau riset bersama dengan ilmuan asing.

BACA JUGA :  204 Mahasiswa Berprestasi Raih Beasiswa

Selain penelitian bersama, program postdoctoral juga dapat meningkatakan daya saing dosen Indonesia untuk urusan inovasi. Di banyak negara, program postdoctoral ada yang menginduk langsung dengan lembaga inovasi yang diperlukan publik. Selait itu juga ada program postdoctoral yang menginduk ke perguruan tinggi.

Melalui program itu, dosen Indonesia juga bisa berguru untuk menulis jurnal ilmiah. Dia mengatakan tahun ini Kemenristekdikti mulai menggalakkan kewajiban menulis jurnal ilmiah bagi dosen pangkat lektor kepada dan para guru guru besar. Melalui program postdoctoral itu, diharpakan hasil penelitian bersama dengan ilmuan asing dapat dipublikasikan di jurnal internasional.

BACA JUGA :  204 Mahasiswa Berprestasi Raih Beasiswa

Ali Ghufron mengatakan program postdoctoral ini tidak ada titel atau gelarnya. Namun di sejumlah negara, program postdoctoral merupakan pintu masuk untuk menjadi seorang guru besar atau professor. Sebab di dalamnya banyak sekali potensi inovasi yang dihasilkan. (wan)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top