Saksi Bongkar Permainan Komisioner KPU Konsel di Depan Hakim – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Hukum & Kriminal

Saksi Bongkar Permainan Komisioner KPU Konsel di Depan Hakim

kendaripos.fajar.co.id — Perkara dugaan korupsi dana hibah di tubuh KPU Konsel kembali digelar, kemarin. Agenda sidang yang dipimpin majelis hakim Irmawati Abidin, SH itu yakni pemeriksaan saksi fakta untuk terdakwa Yusran dan Sutamin Rembasa. Ketiga saksi itu adalah Kepala Bagian (Kabag) Hukum KPU Konsel, Bahrudin, Kepada Dinas Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD), Marwiah Tombili dan staf Pengelola Keuangan KPU Konsel, Dasir.

Keterangan saksi menyudutkan posisi komisioner KPU Konsel. Di hadapan hakim, saksi Bahrudin mengaku tak tahu menahu soal adanya rental mobil oleh para komisioner. Saat Pilkada Konsel, Bahrudin mengaku bertugas di bagian gudang yang mengurusi logistik. Dalam rapat pembahasan anggaran, dirinya tidak diikutkan. Padahal semestinya, setiap pembahasan anggaran seluruh anggota KPU harus mengetahui hal tersebut.

BACA JUGA :  Lima Anggota KPU Konsel Dirutankan

“Saya tidak tahu sama sekali tentang penyewaan mobil rental yang dilakukan, apa lagi anggarannya. Saya tahu ini nanti saya diperiksa oleh jaksa,” ujar Bahrudin dalam persidangan, Selasa (11/4). Dia juga mengaku mobil dinas KPU Konsel masih layak digunakan untuk mendukung mobilisasi penyelenggaraan Pilkada KPU Konsel tahun 2015.

Tak hanya itu, Bahrudin mengaku selama dirinya menjabat kabag hukum di KPU, dirinya tidak pernah melihat kedua terdakwa menggunakan mobil rental, dan melihat hanya menggunakan mobil dinas KPU saja. “Jarak sosiasisasi memang jauh dan cukup berlubang tetapi kalau pakai mobil dinas itu masih bisa digunakan. Bahkan saya juga mengetahui mobil Dinas yang digunakan oleh Yusran itu sudah pernah masuk bengkel kalau tidak salah dia hari,” paparnya.

BACA JUGA :  3 TSK Kasus Pengadaan Baliho KPU Konsel, Ditahan

Saksi Marwiah Tombili, menjelaskan KPU Konsel mengajukan dana hibah sebesar Rp 21 miliar namun Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) hanya menyetujui sekira Rp 18 miliar. Tahap pertama dicairkan sekira Rp 7 miliar. “Saat pencairan saya belum masuk sebagai anggota TAPD, tapi saya tahu hal itu. Untuk tahap kedua, anggaran yang dicairkan sekira Rp 11 miliar. Totalnya Rp 18 miliar dan itu sudah termaksud item pengadaan mobil rental,” jelas Marwiah.

BACA JUGA :  Kesaksian Ketua KPU Sultra Beratkan Tiga Komisioner KPU Konsel di Pengadilan

Saksi Dasir mengaku diperintahkan Sekretaris KPU Konsel, Suparjo melalui telepon seluler agar memperbanyak kontrak rental mobil yang akan digunakan komisioner. “Saya diminta ketemu Djawaludin, Bendahara KPU, untuk mengambil kontrak itu dan mengcopynya. Kontraknya itu sebanyak lima rangkap, kalau tidak salah saya lakukan itu bulan November 2015,” tutupnya. (kmr/b)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top